ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Des 2021 07:35 WIB

Ketahanan COVID-19 RI Peringkat Terbawah Dunia, Kemenkes Angkat Bicara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Bloomberg kembali memperbarui analisis ketahanan respons COVID-19 53 negara sedunia. Laporan mereka per 30 November ini muncul usai varian Omicron dikhawatirkan menjadi ancaman baru dunia.

Meski tren kasus COVID-19 menurun, ranking ketahanan COVID-19 Indonesia turun menjadi peringkat kedua terbawah di dunia. Menyusul setelah Filipina.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi ikut buka suara terkait penilaian ketahanan COVID-19 Indonesia terbawah sedunia. Menurut dia, kondisi Tanah Air kini sudah jauh lebih baik.

"Kalau melihat kondisi kita saat ini, seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Uni Eropa malah memberikan kita kategori yang baik ya," kata dr Nadia.

"Rekomendasi CDC merupakan kabar baik bagi kita semua. Penanganan pandemi Covid-19 terus menunjukkan progres yang semakin membaik," sambung dia.

Seperti diketahui, CDC memasukkan Indonesia dalam kategori level 1. Artinya penularan COVID-19 terbilang sangat rendah.

CDC sendiri membagi lima level risiko pada penanganan COVID-19 suatu negara, level 1-4 hingga Level tidak diketahui.

Senada dengan dr Nadia, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mempertanyakan analisis Bloomberg. Ia bahkan menyoroti beberapa penilaian Bloomberg sebelumnya yang sempat menyebut butuh 10 tahun pandemi COVID-19 di Indonesia berakhir.

"Mengapa Bloomberg bersikeras membingkai Indonesia selalu terbelakang. Februari 2021 mereka bilang Indonesia butuh 10 tahun atasi pandemi," cuitnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (9/12/2021).

"Agustus lalu, ketahanan COVID-19 kita dianggap terburuk. Saat ini, kita ditempatkan kedua terbawah. Lebih buruk dari Malaysia. Sentimen?" lanjutnya.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT