Jumat, 10 Des 2021 17:53 WIB

Aplikasi Mobile JKN Sudah Dipakai 9.656 Dokter FKTP

Jihaan Khoirunnissa - detikHealth
BPJS Kesehatan Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyebut Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai pondasi pelayanan kesehatan program JKN-KIS. Untuk itu FKTP diharapkan dapat memberikan pelayanan komprehensif sesuai kompetensinya guna mengakomodir kebutuhan peserta JKN-KIS.

"Kontinuitas, koordinasi, dan komprehensivitas layanan juga merupakan fungsi pelayanan primer yang harus dikelola dengan baik oleh FKTP. Kami berharap FKTP dapat memberikan pelayanan primer secara tuntas kepada peserta JKN-KIS, terutama upaya promotif preventif untuk mencegah risiko atau perburukan suatu penyakit. Untuk itu kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk PDKI ," ujar Ghufron dalam keterangan tertulis, Jumat (12/10/2021).

Di webinar Rakernas, Kongres Luar Biasa dan Pertemuan Ilmiah Nasional II Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) beserta The ASEAN Regional Primary Care Conference, dia menjelaskan BPJS Kesehatan telah mengembangkan layanan telekonsultasi melalui Mobile JKN untuk menghubungkan dokter di FKTP dengan peserta JKN-KIS.

Menurutnya, layanan telekonsultasi tersebut saat ini telah dimanfaatkan oleh 9.656 dokter FKTP. Selain lewat Mobile JKN, Ghufron mengatakan dokter FKTP juga dapat memanfaatkan telepon, WhatsApp, SMS, serta video conference untuk memberikan layanan telekonsultasi kepada pasien.

"Pelayanan telekonsultasi di FKTP diberikan bagi peserta yang sakit ataupun yang sehat, antara lain edukasi upaya pencegahan penyebaran COVID-19, pemantauan status kesehatan peserta kronis, termasuk pemantauan status kesehatan peserta JKN-KIS dengan kondisi isoman COVID-19," jelasnya.

Dia menyebut selama periode pandemi hingga Oktober 2021, tercatat ada 10,4 juta pelayanan telekonsultasi di FKTP. Adapun pembiayaan pelayanan telekonsultasi di FKTP termasuk dalam komponen kapitasi.

"Pelayanan telekonsultasi juga dihitung sebagai capaian kinerja FKTP pada masa pandemi yang berpengaruh terhadap capaian Angka Kontak pada Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK)," papar Ghufron.

Menurut Ghufron, saat ini pihaknya juga tengah melakukan uji coba telemedisin antara FKTP dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau rumah sakit. Tahun 2020, lanjut dia, uji coba layanan dilakukan di 5 wilayah, yakni Jakarta Selatan, Medan, Serang, Yogyakarta, dan Gorontalo. Hasilnya menunjukkan telemedisin telah terselenggara dengan baik di seluruh lokasi uji coba dan mendapat respons yang positif dari peserta maupun fasilitas kesehatan.

"Dari perspektif penyedia layanan kesehatan, terdapat manfaat yang dapat diperoleh seperti transfer ilmu antara dokter spesialis dan dokter layanan primer (telementoring), di mana dokter layanan primer tetap menjadi penghubung layanan kesehatan bagi pasien secara berkesinambungan. Berdasarkan hasil uji coba tahun 2020, kami berencana akan memperluas uji coba menjadi 18 wilayah pada tahun 2022," tandasnya.

(ega/ega)