Senin, 13 Des 2021 08:30 WIB

Peneliti Bikin Besi 'Anti-Corona', Diklaim Cegah COVID-19 di Stasiun sampai Bioskop

Vidya Pinandhita - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Peneliti di Hong Kong mengaku tengah mengembangkan besi tahan karat pertama yang bisa membunuh virus Corona dalam waktu beberapa jam. Disebutkan, besi tersebut dapat menonaktifkan 99,75 persen virus Sars-CoV-2 dalam tiga jam dan 99,99 persen dalam enam jam.

Penelitian tersebut diterbitkan pada 25 November oleh tim peneliti di Universitas Hong Kong, dipimpin oleh Profesor Huang Mingxin di Departemen Teknik Mesin dan Profesor Leo Poon di Pusat Imunitas dan Infeksi.

Penelitian dilakukan tim peneliti bekerja sama dengan mitra industri untuk menguji bahan ini dalam menciptakan produk besi seperti tombol lift serta kenop pintu dan pegangan tangan, yang merupakan salah satu permukaan yang paling sering disentuh di tempat umum.

Jika terbukti efektif dan dapat dijangkau dari segi harga, diyakini bakal secara signifikan mengurangi biaya disinfektasi di area umum seperti bandara dan stasiun kereta api, bioskop, hingga stadion olahraga.

Peneliti menyebut, dalam keadaan biasa, virus Corona diketahui dapat bertahan di permukaan selama lebih dari dua hari. Kemudian menurut paduan baru, yang menambahkan tembaga ke dalam campuran baja tahan karat, juga dapat melindungi dari mikroba penyebab penyakit lainnya.

"Baja tahan karat anti-patogen juga menunjukkan kemampuan inaktivasi yang sangat baik (untuk virus influenza A H1N1 dan bakteri Escherichia coli)," kata peneliti, dikutip dari The Straits Times, Senin (13/12/2021).

Simak video 'Data CDC soal Gejala Paling Sering Muncul Pada Pasien Positif Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)