Kasus aktif Corona di India mencatat rekor terendah dalam 18 bulan terakhir, per Senin (13/12/2021). Adapun penurunan kasus aktif yang signifikan dan tren COVID-19 yang kian membaik membuat banyak warganya mulai melepas masker.
Hal ini memicu kekhawatiran pakar setempat di tengah peningkatan jumlah kasus COVID-19 Omicron. Hingga kini sudah ada 36 orang yang terpapar COVID-19 Omicron.
Banyak warga India yang kini berdiri atau duduk berdekatan satu sama lain tanpa memakai masker, begitu juga dalam aktivitas rapat umum besar yang digelar sejumlah partai politik. Beberapa di antaranya hanya menutupi dagu mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amukan COVID-19 Delta sebelumnya terjadi April, sejak saat itu kasus Corona terus menurun tajam hingga total kasus aktif COVID-19 mencapai 91.456, terendah dala 561 hari menurut laporan Kemenkes setempat.
Namun, kasus varian Omicron telah meningkat menjadi setidaknya 36 di India, dan menyumbang 3 persen dari urutan virus yang dianalisis di negara itu dalam dua minggu terakhir, sisanya masih didominasi delta. Otoritas kesehatan telah mendesak warganya untuk tetap memakai masker.
"Grafik penurunan penggunaan masker dapat merugikan kita," kata pejabat tinggi kesehatan India Vinod Kumar Paul dalam jumpa pers baru-baru ini.
"Masker adalah vaksin universal, bekerja pada setiap varian."
Penggunaan masker di tempat umum telah turun ke tingkat yang terakhir terlihat pada bulan Maret, sebelum terjadi gelombang kedua, menurut data dari Institute of Health Metrics and Evaluation. Penggunaan masker saat ini diperkirakan mencapai 59 persen, hampir sama dengan pada bulan Maret, setelah mencapai puncaknya pada 81 persen pada bulan Mei.
Negara ini melaporkan 7.350 kasusCOVID-19 baru pada hari Senin, sehinggatotalnya menjadi 34,69 juta. Kematian bertambah 202 kasus,totalnya menjadi 475.636.
(naf/naf)











































