Selasa, 14 Des 2021 07:26 WIB

Muncul Kasus Setelah Lama Bebas COVID-19, Diduga Ditularkan Tikus Lab

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Ilustrasi Taiwan kembali mencatat kasus COVID-19, diduga menular dari gigitan tikus. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Seorang pekerja di laboratorium dengan keamanan tinggi di Taiwan dicurigai terinfeksi virus Corona akibat gigitan tikus percobaan. Diketahui, kasus tersebut merupakan kasus COVID-19 lokal pertama dalam beberapa minggu terakhir.

Kasus tersebut terjadi pada seorang pekerja wanita di Academia Sinica, lembaga penelitian terkemuka Taiwan. Lantaran sudah beberapa pekan tak ada kasus COVID-19 terdeteksi, kini pejabat kesehatan berupaya melacak sumber penularan virus Corona tersebut.

Pejabat kesehatan menyebut, pekerja di laboratorium tersebut memang sempat digigit dua kali oleh tikus laboratorium yang sudah diketahui terinfeksi virus Corona. Akan tetapi, mereka masih berupaya memastikan penyebab penularan virus, apakah benar dari gigitan tikus atau dari tempat selain area laboratorium.

"Apakah itu dari tempat kerja atau komunitas, kami percaya kemungkinan infeksi dari tempat kerja lebih tinggi karena kami tidak memiliki infeksi yang dikonfirmasi di komunitas," kata menteri kesehatan Chen Shih-chung, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (14/12/2021).

"Untuk di dalam tempat kerja, baik di kantor atau laboratorium, kami tentukan laboratorium memiliki risiko lebih tinggi. Tetapi apakah infeksi itu dari gigitan (tikus) atau lingkungan, kami perlu menyelidiki lebih lanjut," sambungnya.

Pekerja laboratorium tersebut juga diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini. Ia juga sudah menerima dua dosis vaksin COVID-19 lengkap menggunakan Moderna. Ditambah, Laboratorium Academia Sinica memiliki tingkat keamanan bio-safety tertinggi kedua.

Kasus COVID-19 lokal di Taiwan terakhir dikonfirmasi pada 5 November 2021. Hampir 100 kontak dekat pekerja laboratorium telah dilacak dan ditempatkan di karantina.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)