Selasa, 14 Des 2021 13:19 WIB

Haji Lulung Sakit Jantung Sebelum Meninggal, Kenali Gejalanya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Haji Lulung Foto: Haji Lulung (Indra/detikcom)
Jakarta -

Politisi Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung meninggal dunia pada Selasa (14/12/2021) pada pukul 10.51 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta. Kabar ini disampaikan oleh politikus PPP Achmad Baidowi.

"Telah berpulang ke Rahmatullah Haji Lulung Lunggana, meninggal dunia hari ini Selasa, 14 Desember 2021 jam 10.51 WIB di RS Harapan Kita Jakarta. Mohon doanya agar beliau diterima amal ibadahnya. Husnul khotimah," katanya.

Sebelum meninggal dunia, Haji lulung sempat dikabarkan mengalami gangguan jantung. Kondisi tersebut mengharuskannya untuk dirawat intensif di rumah sakit, tepatnya di ruang ICVCU.

"Perawatan memang ada masalah jantungnya sedang ditangani intensif di RS Harapan," ujar anggota DPRD DKI Fraksi PAN Riano Ahmad, kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Serangan jantung merupakan kondisi saat aliran darah ke jantung tersumbat. Penyumbatan ini paling sering terjadi akibat penumpukan lemak, kolesterol, atau zat lain yang membentUk plak di arteri koroner.

Dikutip dari Mayo Clinic, penyakit yang juga disebut dengan infark miokard ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Untuk itu, perlu menyadari tanda atau gejala serangan jantung yang wajib diwaspadai.

Beberapa tanda atau gejala umum dari serangan jantung meliputi:

  • Tekanan, sesak, nyeri, atau sakit di dada atau lengan yang menyebar ke area leher, rahang, atau punggung
  • Mual, gangguan pencernaan, mulas atau sakit perut
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Kelelahan
  • Pusing atau pusing mendadak

Meski begitu, gejala dan tingkat keparahan serangan jantung yang dialami setiap orang tidak selalu sama. Beberapa orang mungkin hanya mengalami nyeri yang ringan, parah, bahkan tidak merasakan gejala apapun.

Pada beberapa kasus, serangan jantung bisa menyerang secara tiba-tiba. Meski begitu, tanda atau gejala peringatan paling awal yang harus diwaspadai berupa nyeri dada yang berulang atau tekanan (angina).

Tanda ini bisa terjadi saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Angina sendiri disebabkan oleh penurunan sementara aliran darah ke jantung.



Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)