Selasa, 14 Des 2021 15:32 WIB

Dialami Haji Lulung, Ini 8 Cara Pencegahan Penyakit Jantung

Firdaus Anwar - detikHealth
Haji Lulung di Masjid Sunda Kelapa Foto ilustrasi: Haji Lulung (Tsarina/detikcom)
Jakarta -

Abraham Lunggana atau Haji Lulung meninggal dunia pada Selasa (14/12/2021), usai dikabarkan mengidap sakit jantung. Sekjen PPP Arwani Thomafi mengatakan Haji Lulung meninggal di RS Harapan Kita, Jakarta.

"Telah berpulang ke Rahmatullah Haji Lulung Lunggana, meninggal dunia hari ini Selasa, 14 Desember 2021 jam 10.51 WIB di RS Harapan Kita Jakarta. Mohon doanya agar beliau di terima amal ibadahnya. Husnul khotimah," katanya.

Penyakit jantung sendiri merupakan istilah umum untuk berbagai kondisi medis yang bisa terjadi pada jantung. Berbagai hal bisa jadi pemicu penyakit jantung, namun secara umum ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Dikutip detikcom dari Web MD, berikut cara pencegahan penyakit jantung:

1. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor utama yang bisa memicu penyakit jantung. Ini karena kandungan nikotin pada rokok diketahui dapat membuat pembuluh darah lebih berisiko mengalami penyempitan.

Perokok bisa dua kali lebih berisiko mengalami kematian bila mengalami serangan jantung dibandingkan orang yang tidak merokok.

2. Kendalikan kolesterol

Kolesterol yang tidak terkendali dapat menjadi faktor risiko untuk penyakit jantung. Ini karena kadar kolesterol yang tinggi dapat menjadi plak yang menyumbat pembuluh darah.

Kementerian Kesehatan RI menyebut tingkat total kolesterol yang baik adalah di bawah 200 mg/dL. Total kolesterol artinya gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat dan trigliserida dalam setiap desiliter darah.

Hindari makanan yang tinggi lemak untuk bisa lebih baik mengendalikan kolesterol.

3. Hindari hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa jadi faktor risiko untuk penyakit jantung. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengatakan tekanan darah normal orang dewasa adalah 120-129 mmHg untuk tekanan sistoliknya dan atau 80-84 mmHg untuk tekanan diastolik.

Konsumsi garam berlebih disebut bisa berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar orang dewasa tidak mengonsumsi lebih dari 5 gram (kurang dari satu sendok teh) garam dalam sehari.

4. Kendalikan diabetes

Diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini karena kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan pembuluh darah berkontraksi.

Karena alasan ini pengidap diabetes disarankan rutin cek untuk penyakit jantung karena kerap tidak disadari.

5. Awas obesitas

Obesitas bisa membuat seseorang lebih sulit untuk mengendalikan tekanan darah, kolesterol, dan diabetes. Menjaga berat badan ideal dapat membantu mengurangi risiko sakit jantung lewat pengendalian faktor-faktor yang sudah disebut.

6. Olahraga

Rutin olahraga atau menjaga aktivitas fisik jadi salah satu cara menjaga kesehatan jantung. Rutin berolahraga menjaga kerja jantung dan pembuluh darah tetap optimal.

WHO merekomendasikan olahraga tingkat sedang minimal 150 menit per minggu. Olahraga aerobik, seperti lari, jalan kaki, bersepeda, senam, dan renang disarankan untuk menjaga kesehatan jantung.

7. Diet sehat

Untuk mencegah penyakit jantung maka sebaiknya jaga diet sehat yang rendah lemak dan garam. Saat memilih makanan untuk setiap hidangan dan kudapan, tekankan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.

Pilih sumber protein tanpa lemak atau yang kaya lemak baik, dan batasi makanan asin.

Beberapa contoh makanan yang baik untuk jantung mulai dari ikan salmon, kacang-kacangan, dan buah alpkukat.

8. Kendalikan stres

Stres berlebih yang tidak dikendalikan dengan baik dalam jangka panjang dapat jadi pemicu untuk penyakit jantung. Kendalikan stres lewat istirahat yang cukup dan bila perlu konsultasi dengan ahli.



Simak Video "Jangan Takut Cek Jantung di Rumah Sakit"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)