Rabu, 15 Des 2021 09:49 WIB

Dikaitkan dengan Haji Lulung, Apa Beda 'Badai Irama Jantung' Vs Aritmia?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Haji Lulung di Masjid Sunda Kelapa Haji Lulung disebut mengalami badai irama jantung sebelum meninggal (Tsarina/detikcom)
Jakarta -

Badai irama jantung ramai disebut, dikaitkan dengan meninggalnya politisi Abraham Lunggana atau Haji Lulung. Samakah dengan aritmia, yang juga sempat dialami Haji Lulung sebelum meninggal?

Dokter jantung dari Siloam Hospital, dr Vito A Damay, SpJP(K) menjelaskan bahwa keduanya merupakan gangguan irama jantung. Bedanya, badai irama jantung adalah kondisi aritmia yang muncul terus menerus dan bahkan tidak bisa dikontrol dengan obat-obatan.

"Menjawab pertanyaan samakah badai irama dengan aritmia, jawabannya tidak sama, karena tidak semua aritmia menjadi badai irama. Tapi badai irama adalah jenis aritmia yang fatal dan mematikan," jelasnya ketika dihubungi detikcom, Rabu (15/12/2021).

Badai irama jantung bisa mematikan karena membuat jantung tidak dapat menjalankan fungsi memompa darah. Ketika terjadi 'korsleting' listrik jantung yang sering, siklus pemompaan darah oleh jantung terganggu.

Menurut dr Vito, badai irama jantung dikenal juga dengan istilah VT Storm. VT sendiri merupakan singkatan dari ventricular tachycardia, gangguan irama jantung (aritmia) yang disebabkan oleh sinyal kelistrikan di bilik jantung atau ventrikel.

Gejala

Dikutip dari Mayo Clinic, episode VT yang singkat mungkin tidak memunculkan gejala. Namun beberapa gejala yang bisa muncul di antaranya:

  • Pusing
  • Sesak napas
  • Kepala melayang
  • Jantung berdebar
  • Nyeri dada (angina)
  • Episode yang lebih serius bisa menyebabkan:
  • Hilang kesadaran atau pingsan
  • Cardiac arrest atau henti jantung yang menyebabkan kematian mendadak.


Simak Video "Kenali Gagal Jantung Sejak Dini, Apa Sih Penyebabnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)