Selasa, 14 Des 2021 16:01 WIB

Apa Itu Aritmia, Disebut Dokter Jadi Pemicu Haji Lulung Kritis hingga Wafat

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Abraham Lunggana (Lulung) di Tanah Abang, Jakarta Pusat,  Senin  (21/3/2016). Haji lulung meninggal dunia. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Haji Lulung meninggal dunia. Ketua DPW PPP DKI Jakarta tersebut sebelumnya dirawat di rumah sakit selama 20 hari.

Menurut keterangan Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RS Harapan Kita, Dr Dicky Fahri, kondisi Haji Lulung naik turun, dan ada masalah dengan irama jantungnya.

"Kita atasi dengan segala macam obat-obatan yang kita punya yang ada di RS ini dan yang tidak ada kita carikan, salah satunya dengan alat. Dalam perkembangannya, ada keadaan naik dan turun. Naik itu maksudnya mencapai normal tidak, tapi ada keadaan sedikit membaik, tapi ada juga keadaan menurun," kata Dicky pada wartawan Selasa (14/12/2021).

"Yang sangat mengganggu adalah irama jantungnya, kita coba atasi dengan obat-obatan yang kita berikan tapi sangat sulit untuk mengendalikan. Sembuh bisa 4 hari, tapi nanti timbul lagi sehingga tim memutuskan sesuatu, dengan inform concern yang baik terhadap keluarga untuk mencari sumber gangguan iramanya itu yang kita lakukan," sambungnya.

Baca juga: Dialami Haji Lulung, Ini 8 Cara Pencegahan Penyakit Jantung

Apa sebenarnya aritmia jantung?

Aritmia jantung adalah detak jantung yang tidak teratur. Kondisi ini terjadi saat sinyal yang mengoordinasikan detak jantung tak bekerja dengan baik.

Sinyal yang salah menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat (takikardia), atau sebaliknya menjadi terlalu lambat (bradikardia), tidak teratur.

Aritmia jantung mungkin terasa seperti jantung berdebar atau berdebar kencang dan mungkin tidak berbahaya. Namun, beberapa aritmia jantung dapat menyebabkan tanda dan gejala yang mengganggu, hingga terkadang mengancam jiwa.

Detak jantung yang cepat dapat dikatakan normal saat seseorang tengah olahraga atau hendak tidur.

Perawatan aritmia jantung sebenarnya bisa diatasi dengan obat-obatan, prosedur kateter, perangkat implan atau operasi untuk mengontrol atau menghilangkan detak jantung yang cepat, lambat atau tidak teratur. Untuk mencegah aritmia jantung, gaya hidup yang sehat tentu membantu mencegah kerusakan jantung yang bisa memicu aritmia jantung tertentu.

Jenis aritmia jantung

Secara umum, aritmia jantung dikelompokkan berdasarkan kecepatan denyut jantung. Sebagai contoh:

  • Takikardia: jantung berdetak dengan cepat. Denyut jantung istirahat lebih dari 100 kali per menit.
  • Bradikardia: adalah detak jantung yang lambat. Denyut jantung istirahat kurang dari 60 denyut per menit.

Gejala aritmia jantung

Aritmia jantung mungkin tidak menimbulkan tanda atau gejala apa pun. Seorang dokter mungkin memperhatikan detak jantung yang tidak teratur saat memeriksa seseorang karena alasan kesehatan lainnya.

Secara umum, tanda dan gejala aritmia dapat meliputi:

  • Berdebar di dada
  • Detak jantung yang berpacu (takikardia)
  • Detak jantung lambat (bradikardia)
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Gejala lain mungkin termasuk:
  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala ringan atau pusing
  • Berkeringat
  • Pingsan atau hampir pingsan


Simak Video "Jangan Takut Cek Jantung di Rumah Sakit"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)