Vaksin Booster Gratis untuk Lansia dan Peserta BPJS, Ini yang Perlu Diketahui

ADVERTISEMENT

Vaksin Booster Gratis untuk Lansia dan Peserta BPJS, Ini yang Perlu Diketahui

Maulida Balqis - detikHealth
Kamis, 16 Des 2021 19:00 WIB
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah menetapkan akan memberikan suntikan dosis ketiga atau vaksin booster gratis bagi lansia dan peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan mulai Januari 2022. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (14/12/2021).

Menurut Menkes, penyuntikan vaksin booster ini nantinya akan dibagi menjadi dua skenario. Skenario pertama, vaksin booster akan diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia) dan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan secara gratis. Sementara skenario kedua, penyuntikan akan diberikan kepada seluruh warga non lansia yang tidak ikut BPJS Kesehatan secara mandiri alias berbayar.

Menkes berharap program ini nantinya dapat melahirkan keseimbangan di pasar serta masyarakat bisa memiliki banyak pilihan untuk mengakses vaksin booster COVID-19.

"Booster ini akan kita berikan kembali berbasis risiko, yaitu orang-orang lansia, karena di mana pun di seluruh dunia booster ini dibagikan berbasis risiko, sesudah nakes (tenaga kesehatan) adalah lansia," jelas Menkes.

Penyuntikan vaksin booster sendiri akan dilakukan di setiap klinik dan fasilitas kesehatan, kecuali Puskesmas dan KKP. Puskesmas ke depannya akan difokuskan untuk memberikan suntikan vaksin rutin.

"Puskesmas fokus ke rutin. Klinik, swasta bisa memberikan booster," ungkap Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI.

Lalu, apa saja merek vaksin yang akan diberikan?

Kepala Badan Pengawas Obat (BPOM) RI Penny Lukito mengungkapkan tiga merek vaksin COVID-19 yang tengah berproses mendapatkan izin penggunaan untuk dosis ketiga atau booster yaitu Pfizer, Astrazeneca, dan Coronavac atau Sinovac. Ketiganya saat ini masih berproses mendapatkan emergency used authorization (EUA) homologous untuk usia di atas 18 tahun.

"Secara homologous juga sudah berproses tiga jenis vaksin Covid-19 untuk booster, jadi artinya menggunakan data dari uji klinik yang dilakukan di luar negeri," kata Penny dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

"Pertama ada vaksin Pfizer yang berproses mendapatkan EUA homologous untuk usia 18 tahun ke atas. Lalu, vaksin AstraZeneca juga untuk booster 18 tahun ke atas, yang ketiga adalah vaksin Sinovac CoronaVac untuk booster homologous untuk usia 18 tahun ke atas," lanjutnya.

Penyuntikan booster ini diharapkan bisa rampung pada Desember 2021, sehingga bisa mengejar target penyuntikan booster yang akan dimulai pada Januari 2022.

Apakah Vaksin Booster Aman?

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas COVID-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban mengatakan vaksinasi dosis ketiga atau booster aman bagi lansia dan penderita komorbid. Hal ini diutarakannya dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat (FMB 9) - KPCPEN bertema 'Vaksin Booster untuk Indonesia Lebih Sehat'.

"Vaksin booster aman buat usia lanjut seperti saya yang sudah hampir 75 tahun, dan memiliki komorbid, saya diabet, darah tinggi dan pernah operasi jantung," kata Prof Zubairi dalam dialog virtual FMB9 - KPCPEN.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Zubairi juga mengatakan saat ini yang menjadi prioritas vaksin booster adalah tenaga kesehatan, pelayan publik, orang yang memiliki komorbid, dan juga kelompok lanjut usia. Ia memastikan, vaksin booster aman selayaknya vaksin dosis pertama dan kedua.



Simak Video "Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Beberkan Inovasi Pelayanan Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT