Jumat, 17 Des 2021 13:43 WIB

Alasan Masker Katup Terlalu 'Egois' untuk Tangkal Omicron

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
KN95 FPP2 Corona Virus Protection face mask on a wooden desk with a laptop computer out of focus in the background Alasan mengapa masker berkatup disebut 'egois' Foto: Getty Images/iStockphoto/Javier Ruiz
Jakarta -

Saat ini dunia tengah dihebohkan oleh penyebaran virus Corona varian Omicron. Di Hong Kong, penyebaran varian terbaru itu sempat dikait-kaitkan dengan penggunaan masker katup.

Lantas, mengapa demikian?

Seperti yang kita ketahui, masker katup memiliki bentuk yang sedikit berbeda pada masker biasa. Terdapat sebuah lubang atau penutup yang berfungsi menyaring udara masuk sekaligus jalan keluar udara yang dihembuskan.

Dikutip dari lama South Morning China Post, Jumat (17/12/2021), sempat dikabarkan seorang warga Afrika Selatan yang menjalani karantina disebut menggunakan masker katup alih-alih masker bedah. Ia menggunakan masker tersebut saat mengambil makanan dan saat membuang sampah semasa dirinya karantina.

Bahaya Masker Katup di Tengah Ancaman Varian Omicron

Ahli Mikrobiologi Universitas Hong Kong Profesor Yuen Kwok-yung meyakini, masker katup merupakan pemicu penyebaran varian Omicron setelah meneliti kasus warga Afrika Selatan itu. Menurutnya, masker dengan filter udara terbuka itu memiliki desain yang egois.

"Masker ini menyaring udara saat menghirup. Namun saat udara dihembuskan melalui katup udara di masker, tidak ada penyaring, dan itu tidak baik," jelasnya.

Desainnya yang tidak optimal dalam melindungi pengguna dan orang disekitarnya, masker katup memang sudah sejak lama tidak disarankan.

Pendapat serupa juga diutarakan ahli pernapasan dari RS Paru Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), penggunaan masker katup memang berisiko. Untuk saat ini, masker rangkap alias double mask (masker bedah dan masker kain) lebih disarankan.

"Masker katup itu hembusan napas dari pemakai keluar, sehingga kalau pemakai masker katup itu sakit COVID-19, maka udara yang keluar dari masker membahayakan sekitarnya, jadi tidak disarankan," ujar dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), kepada detikcom, Sabtu (27/11/2021).

Kata CDC Soal Masker Katup

Pusat Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menilai, katup di bagian depan masker memungkinkan adanya terpaan pernapasan seseorang keluar dan bisa menyebar. Oleh karena itu, masker katup sangat berisiko tinggi membahayakan orang disekitarnya.

"Oleh karena itu, CDC tidak merekomendasikan penggunaan masker jika memiliki katup atau ventilasi pernafasan," tulis pernyataan CDC di situs resmi mereka.

Tak hanya CDC, saat ini sejumlah maskapai di berbagai negara juga sudah mulai melarang penumpangnya menggunakan masker katup untuk mencegah penyebaran virus Corona varian Omicron.

Simak juga video 'KuTips: Cara Bedakan Masker Bedah Asli vs Palsu!':

[Gambas:Video 20detik]



(any/up)