Minggu, 19 Des 2021 15:48 WIB

Cara Pakai Masker yang Benar untuk Tangkal Omicron

Hartaty Varadifa - detikHealth
Pemandangan tak biasa terlihat di jalanan Beijing, China. Seorang warga mengenakan masker sampai dua sekaligus saat beraktivitas di luar rumah. Ini fotonya. Ilustrasi warga Beijing mengenakan masker 'double protection' (Foto: AP Photo/Ng Han Guan)
Jakarta -

Varian Omicron sudah terdeteksi di RI. Menyusul kasus pertama yang sebelumnya terdeteksi pada pekerja kebersihan Wisma Atlet, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi tambahan dua kasus baru, Sabtu (18/12/2021).

Hal ini menjadi perhatian dan kekhawatiran masyarakat Indonesia. Mengingat, varian Corona yang pertama kali ditemukan di Afrika ini diyakini lebih mudah menular dibanding varian Delta. WHO menyebut, varian ini lebih mudah bermutasi dari varian lainnya.

William Schaffner, MD, seorang profesor kebijakan kesehatan dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine, menjelaskan varian Omicron juga lebih menghindari kekebalan dari vaksin dan infeksi sebelumnya.

Terlepas dari cepatnya penularan, kabar baiknya adalah strategi menangkal COVID-19 saat ini seperti vaksinasi, masker, dan menjaga jarak sosial dinilai masih efektif memperlambat penularan varian Omicron.

Lalu bagaimana cara pakai masker yang benar untuk menangkal varian Omicron?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pada dasarnya masker dapat terus efektif mengurangi risiko tertular atau menyebarkan COVID-19, termasuk varian Omicron. Sebab, masker tidak memiliki varian yang spesifik. Maka dari itu masker bertindak sebagai penghalang, menjebak dan menyaring partikel virus dari udara yang kita hirup.

Namun, masker adalah penghalang yang tidak sempurna, yang berarti beberapa partikel virus masih bisa lolos. Bahkan kemungkinan besar partikel juga dapat masuk meskipun itu varian Omicron.

Meski begitu, bukan berarti masker tidak berguna melawan Omicron. Sebab penggunaan masker sifatnya melindungi dan mencegah penularan di lingkungan masyarakat.

"Kita harus memikirkan intervensi ini seolah-olah itu adalah serangkaian irisan keju Swiss," kata Dr. Schaffner. "Setiap irisan menghasilkan penghalang, tetapi memiliki lubang di dalamnya! Hal ini tidak sempurna. Jadi, kamu tidak dapat mengandalkan hanya satu intervensi untuk melindungi kita. Kita juga harus melakukan serangkaian hal" jelas Dr Schaffner yang dikutip dari Health pada Minggu (19/12/2021).

Danielle Zerr, MD, direktur medis pencegahan infeksi di Rumah Sakit Anak Seattle menjelaskan bahwa meskipun mereka yang divaksinasi atau mendapat booster tetap harus memulai, atau melanjutkan, mengenakan masker, terutama dalam situasi di tempat yang ramai.

CDC menyebutkan seseorang tetap bisa menggunakan masker biasa asalkan memenuhi standarisasi berikut:

  • Memiliki dua lapisan atau lebih bahan
  • Dapat mencakup hidung dan mulut
  • Pas di wajah tanpa ada celah
  • Memiliki kawat hidung untuk mencegah udara yang masuk dari bagian atas masker



Simak Video "Jenis Masker yang Perlu Diperhatikan Agar Terhindar dari Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)