Total sudah ada tiga kasus varian Omicron yang ditemukan di Indonesia. Kasus pertama menimpa seorang petugas pembersih RS Wisma Atlet berinisial N yang diumumkan pada Kamis (16/12/2021), sementara dua kasus terbaru yang diumumkan pada Sabtu (18/12/2021), merupakan kasus impor.
Kasus pertama terungkap setelah petugas terdeteksi positif usai menjalani tes PCR rutin. Ia tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri sehingga dicurigai tertular dari salah satu pasien yang sedang diisolasi di RS Wisma Atlet.
Lalu untuk dua kasus terbaru, pasien diketahui merupakan pelaku perjalanan dari Amerika Selatan dan Inggris. Keduanya terdeteksi positif terinfeksi varian Omicron pada Jumat (17//12/2021), hasil dari penelusuran 5 kasus probable orang dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan kedua kasus impor ini juga sudah diisolasi di Wisma Atlet.
Ini artinya dalam selang beberapa hari sudah terungkap 3 kasus Omicron di Wisma Atlet, DKI Jakarta. Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, berkomentar bahwa kejadian ini jadi tanda kecepatan penularan Omicron.
"Kalau memang Tuan N tertular di Wisma Atlet, padahal tentunya protokol kesehatan cukup ketat di sana, maka hal ini sedikit banyak menambah informasi bahwa Omicron memang lebih mudah menular," kata Profesor Tjandra.
"Artinya kita semua memang harus benar-benar menerapkan 3 M dan 5 M secara ketat, apalagi menjelang libur Nataru ini. Marilah kita ubah pendapat bahwa kepatuhan protokol kesehatan adalah 'New Normal' menjadi 'Now Normal'," lanjutnya dalam keterangan yang diterima detikcom.
Tiga orang yang terinfeksi Omicron di Indonesia tersebut diketahui tidak memiliki gejala.
Simak Video 'Wanti-wanti WHO soal Omicron, Jangan Disepelekan!':











































