Mengenal KIPI Vaksin COVID-19 pada Anak, Samakah dengan Orang Dewasa?

Mengenal KIPI Vaksin COVID-19 pada Anak, Samakah dengan Orang Dewasa?

Maulida Balqis - detikHealth
Minggu, 19 Des 2021 05:59 WIB
Mengenal KIPI Vaksin COVID-19 pada Anak, Samakah dengan Orang Dewasa?
KIPI vaksinasi COVID-19 pada anak (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 pada anak diperbolehkan apabila sudah melewati jeda 28 hari dari vaksinasi rutin dan/atau dua minggu dari vaksin dosis pertama. Pemberian jeda ini dilakukan dalam rangka mencegah risiko terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada anak.

Apa itu KIPI?

Dikutip dari laman resmi Satgas COVID-19, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah gejala medis yang dapat terjadi setelah vaksinasi/imunisasi yang diduga terkait dengan vaksinasi/imunisasi yang diberikan.

KIPI umumnya bersifat ringan. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya tanpa membutuhkan pengobatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa hubungan KIPI dengan jeda waktu vaksinasi?

dr Ariani Dewi Widodo, SpA(K) seorang dokter spesialis anak menjelaskan pentingnya jarak atau jeda waktu antara vaksin satu dengan vaksin lainnya, termasuk juga vaksin COVID-19. Ia menjelaskan, pemberian jarak ini dilakukan semata-mata agar vaksinasi yang diberikan dapat bekerja optimal. dr Ariani juga menerangkan bahwa selain untuk optimalisasi efektivitas vaksin, jeda waktu juga dibutuhkan untuk mengobservasi bila semisal ada efek samping yang terjadi, dalam hal ini yaitu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.

"Jarak ini sebetulnya memberikan manfaat. Apabila, bukan tidak mungkin, terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), misalnya demam, atau sedikit-sedikit diare, kadang kadang ada masalah-masalah lain juga tapi biasanya paling banyak itu demam. Supaya kita mengetahui KIPI-nya itu disebabkan oleh vaksin yang mana," ujar dr Ariani pada detikcom, Jumat (17/12/2021).

ADVERTISEMENT

"Kita juga harus tau vaksin yang menyebabkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi itu vaksin mana. Jangan sampai kita jadi 'siwer' karena kita berikan (vaksin) terlalu banyak atau terlalu berdekatan," sambungnya.

Lantas, apa saja KIPI yang berisiko muncul pada anak usai divaksinasi? dr Ariani merincinya sebagai berikut:

  • Demam
  • Nyeri
  • Bengkak di area suntikan
  • Lemas
  • Diare

Kendati demikian, dr Ariani mengungkapkan, anak yang divaksinasi dengan menggunakan jenis Sinovac tidak akan mengalami KIPI yang berat seperti pada jenis vaksin lainnya.

Lalu bagaimana bila anak muncul gejala KIPI? Selengkapnya di halaman berikut.

Lalu bagaimana bila anak muncul gejala KIPI?

Mengenai hal ini, dr Ariani menganjurkan agar tetap tenang dan tidak panik. Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu mengompreskan anak dengan air dingin di sekitar area terdampak apabila terjadi pembengkakan, mengompres anak dengan air hangat bila terjadi demam, banyak meminum air putih, serta beristirahat yang cukup. Kemudian, dr Ariani juga menambahkan, apabila terjadi kondisi yang lebih parah, maka sangat disarankan untuk segera membawa anak ke rumah sakit.

"Respons atau gejala setelah vaksin seperti ini sangat jarang. Hampir semuanya aman, tidak ada masalah. Jadi jangan khawatir," ujar dr Ariani.

"Demam atau bengkak di area penyuntikan itu sebetulnya tanda bahwa tubuh kita merespons terhadap vaksin. Jadi tidak perlu khawatir. Kalau kita demam justru kita tahu bahwa it works," terangnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sembuh dari Covid Bukan Berarti Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

Berita Terkait