Senin, 20 Des 2021 09:00 WIB

Peneliti Ciptakan Vaksin COVID-19 'Vegan' Pertama di Dunia, Segini Efikasinya

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Foto: dok Kaspersky
Jakarta -

Peneliti asal Kanada telah rampung menyelesaikan uji klinis vaksin COVID-19 dengan bantuan tanaman. Vaksin 'vegan' ini 71 persen efektif mencegah penyakit terkait virus Corona dan 100 persen efektif mencegah penyakit parah atau kematian.

Meskipun sudah banyak vaksin virus COVID di pasaran, vaksin terbaru ini dikembangkan dalam kolaborasi antara perusahaan bioteknologi Kanada, Medicago dan perusahaan farmasi.

Jika disetujui, vaksin COVID-19 dua dosis ini nantinya akan menjadi vaksin berbahan dasar tumbuhan pertama yang diizinkan untuk digunakan pada manusia, menurut pernyataan 7 Desember yang dirilis oleh Medicago, sebuah perusahaan swasta yang dipegang oleh Mitsubishi Tanabe Pharma Corporation Jepang dan anak perusahaan Big Raksasa tembakau Philip Morris International.

Tak hanya itu, hasil uji coba fase III juga menjanjikan sebanyak 71 persen efektif melindungi dari COVID-19.

Apa itu vaksin vegan?

"Vaksin berbahan dasar tanaman ini mungkin terdengar sebagai vaksin 'vegan'.. Faktanya, dalam hal imunisasi, "berbasis tanaman" berarti peneliti merekrut tanaman untuk memproduksi bagian dari vaksin," kata Brian Ward, MD, Petugas Medis di Medicago mengatakan kepada Health.

Para peneliti mengatakan tanaman yang digunakan untuk pembuatan vaksin ini adalah Nicotiana Benthamiana, kerabat dekat tembakau.

Metode vaksin 'vegan' Medicago ini berbeda. Mereka mulai dengan memasukkan kode genetik untuk membuat protein spike menjadi tanaman, bukan manusia.

Kode ini bertindak seperti instruksi manual: sel tumbuhan membacanya dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk mulai memompa kelebihan protein spike.

Vaksin nabati dianggap relatif aman bagi manusia karena terbuat dari partikel mirip virus (virus-like particles) yang meniru virus target, tidak menggunakan virus hidup yang sebenarnya. Medicago menggunakan pengalamannya dengan partikel mirip virus influenza untuk menghasilkan kandidat vaksin serupa dengan SARS-CoV-2.

Apa yang membuat tanaman ini begitu menarik adalah kerentanannya terhadap infeksi dari berbagai patogen, termasuk COVID-19.

Ini berarti peneliti dapat menggunakan organisme berdaun sebagai wadah untuk memproduksi antigen, atau komponen kunci dari vaksin.

Antigen sendiri bagian dari virus (dan vaksin) yang memicu sistem kekebalan tubuh kita untuk bersaksi, menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

"Dalam kasus COVID, spike protein bertindak sebagai antigen. Oleh karena itu, itulah area vaksin virus yang coba ditiru," kata Amesh Adalja, MD, seorang dokter penyakit menular dan sarjana senior di John's Hopkins School of Medicine, kepada Health.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)