Senin, 20 Des 2021 12:59 WIB

Gejala Omicron Diklaim Muncul Lebih Cepat Dibanding Varian Lain, Benarkah?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Omicron Corona Virus Variant Varian Omicron diklaim lebih cepat muncul ketimbang varian COVID-19 sebelumnya Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG
Jakarta -

Virus Corona varian Omicron sudah menyebar nyaris ke seluruh penjuru dunia. Saat ini, para pejabat kesehatan dunia telah mendesak seluruh masyarakat dunia untuk waspada terhadap varian tersebut.

Di Indonesia sendiri, saat ini telah tercatat sebanyak tiga kasus pasien terinfeksi Omicron dalam beberapa hari terakhir. Kasus pertama diduga bermula dari seorang WNI yang tiba di Indonesia dari Nigeria pada 27 November 2021 lalu.

Lantas, apakah gejala varian Omicron lebih cepat muncul ketimbang varian-varian sebelumnya?

Gejala Terinfeksi Omicron

Dikutip dari Times of India, Senin (20/12/2021), gejala COVID-19 yang biasa timbul seperti demam, kelelahan, batuk, dan kehilangan indra penciuman serta perasa. Sedangkan untuk varian Omicron, para ahli percaya ada gejala berbeda yang timbul saat seseorang terinfeksi.

Dr Angelique Coetzee, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan yang juga orang pertama menemukan varian Omicron mengatakan, penyakit tersebut memunculkan gejala 'ringan' dan pasien yang terinfeksi tidak melaporkan gejala yang parah. Para pasien hanya mengeluhkan demam yang bisa sembuh sendiri, tenggorokan gatal, lelah, dan badan pegal.

Kemudian dalam penelitian terbaru yang dilakukan Departemen Kesehatan Afrika Selatan, dr Unben Pillay mengatakan, berkeringat di malam hari bisa menjadi gejala yang muncul akibat terinfeksi varian Omicron.

Gejala Varian Omicron Lebih Cepat Muncul

Dalam laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dibutuhkan lima hingga enam hari sejak seseorang terinfeksi virus untuk menunjukkan gejala. Namun bisa juga gejala muncul dalam kurun waktu 14 hari.

Kemudian dalam laporan yang sama, seseorang dapat menularkan virus COVID-19 sekitar dua hari sebelum gejala muncul hingga 10 hari setelahnya.

Para peneliti juga meyakini, gejala dari Omicron dapat muncul lebih cepat daripada varian COVID-19 sebelumnya.

"Analisis terbaru dari WHO Inggris menunjukkan, rentan waktu antara infeksi dan penularan mungkin lebih pendek untuk varian Omicron daripada varian Delta," terang Sekertaris Kesehatan Inggris Sajid Javid.

Selain itu, kemungkinan masa inkubasi varian Omicron lebih pendek menjadi salah satu alasan di balik tingkat transmisi varian yang lebih tinggi.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)