ADVERTISEMENT

Selasa, 21 Des 2021 15:30 WIB

Geger Pria Ngaku Joki Divaksin COVID-19 16 Kali, Kemenkes-ITAGI Buka Suara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Geger pria ngaku divaksinasi COVID-19 16 kali. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Heboh warga Kabupaten Sulawesi Selatan, Abdul Rahim mengaku pernah disuntik vaksin COVID-19 16 kali. Aksinya ini disebut-sebut demi meraup sejumlah uang yang diterima.

"Saya telah melakukan vaksinasi 14 orang pengganti vaksinasi. Adapun suntikan yang saya terima ada 16 kali," kata Abdul Rahim dalam videonya, Senin (20/12).

Uang yang didapat dari 'joki' vaksinasi disebutnya berkisar 100 hingga 800 ribu. Kapolsek Watang Sawitto AKP Muhammad Yusuf Badu menyebut yang bersangkutan kini sudah diamankan.

"Sudah diserahkan ke (Satgas COVID). Iya Satgas yang ambil (amankan) tadi malam karena perlu diselidikki memang," beber dia, Selasa (21/12/2021).

Kementerian Kesehatan RI ikut buka suara, pihaknya kini masih menelusuri lebih lanjut kebenaran pengakuan 'joki' vaksinasi. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) khawatir jika yang bersangkutan hanya mengaku-ngaku saja.

"Tentunya harus didalami dulu apakah betul atau tidak, bisa jadi hanya pengakuan saja," tutur dr Nadia kepada detikcom sembari menegaskan terus berkoordinasi dengan pihak Dinkes Sulsel.

Adakah risikonya divaksinasi sebanyak itu?

Sementara Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Profesor Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K), mengaku belum pernah membaca studi terkait respons atau efek yang bisa terjadi pada tubuh setelah menerima suntikan vaksinasi COVID-19 lebih dari dosis yang ditentukan.

Di sisi lain, ia juga enggan berkomentar banyak dan mendorong hal ini segera diselesaikan dengan pihak kepolisian jika benar terjadi.

"Saya belum pernah membaca literatur ada masalah seperti ini. Nggak perlu dibahas, lebih penting ini kriminal," kata dia, saat dihubungidetikcom secara terpisah.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT