Rabu, 22 Des 2021 09:02 WIB

Ahli Teliti 14 Jenis Masker, Ini yang Terbaik dan Terburuk Cegah COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi masker, pandemi covid-19, ilustrasi vaksin, ilustrasi pasien covid-19 Foto: AP/Vadim Ghirda
Jakarta -

Para ilmuwan menguji 14 jenis masker yang berbeda untuk meneliti mana yang paling ampuh dan paling terburuk dipakai dalam mencegah COVID-19. Penelitian ini menjadi penting terlebih dengan kemunculan varian Omicron.

Ahli di Duke University North Carolina pada pertengahan 2020 lalu menguji 14 jenis masker, mulai dari yang sering dipakai tenaga kesehatan hingga buatan rumah seperti masker kain dan masker rajut.

Mereka kemudian membandingkan penyebaran droplet saat para peserta mengenakan masker tersebut dengan hasil uji coba kontrol. Eksperimen yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances ini merunut masker terbaik dan terburuk untuk mencegah COVID-19.

"Kami ingin menekankan bahwa kami benar-benar mendorong orang untuk memakai masker, tetapi kami ingin mereka memakai masker yang benar-benar berfungsi dengan baik," kata peneliti Martin Fischer kepada CNN.

Masker paling efektif

Masker yang paling efektif dalam penelitian ini adalah masker N95 tanpa katup dengan risiko penyebaran droplet 0,1 persen. Masker ini dipakai oleh petugas kesehatan garis depan khususnya yang menangani pasien COVID-19.

Masker bedah memiliki performa terbaik kedua sementara masker berbahan polipropilen dan katun berada di posisi ketiga.

Di bawahnya ada masker kain katun dua lapis. Versi ini masih lebih baik daripada masker kain katun satu lapis dengan pengikat tali di kepala dan telinga.

Masker terburuk

Masker yang paling tidak efektif dalam penelitian ini adalah masker buff karena memiliki risiko penularan droplet hingga 110 persen. Para ahli menyebut memakai masker buff bisa lebih berisiko tinggi menularkan COVID-19 karena lebih banyak droplet yang tak tersaring. Bahkan, bahan masker buff disebut dapat memecah droplet menjadi partikel lebih kecil.

Masker dengan jenis bandana adalah jenis terburuk kedua. Ketiga, adalah masker dengan jenis rajutan.

Masker katup juga sangat tidak disarankan dipakai untuk mencegah COVID-19. Penggunaan masker jenis ini memungkinkan udara di dalam masker yang mungkin saja terdapat virus di dalamnya, terhembus keluar melalui lubang katup.

Para ahli paru juga sepakat bahwa penggunaan masker katup tidak efektif dalam pencegahan COVID-19. Sebab pemakaiannya justru bisa membahayakan orang lain.



Simak Video "AS Bagi-bagi Masker N95 dan Alat Tes Antigen Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)