Rabu, 22 Des 2021 21:00 WIB

Riset Buktikan Infeksi COVID-19 Kurangi Jumlah Sperma Selama 3 Bulan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi sperma Riset membuktikan infeksi Corona bisa mengurangi jumlah sperma dalam 3 bulan. (Foto ilustasi: iStock)
Jakarta -

Sebuah studi baru mengungkap pria yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan kualitas sperma hingga tiga bulan. Penelitian ini dilakukan oleh akademisi lokal pada 120 pria di Belgia.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa air mani (semen) tidak bisa menularkan COVID-19. Maka dari itu, COVID-19 juga tidak bisa ditularkan melalui hubungan seksual.

Namun, penelitian tersebut mengingatkan bahwa sperma dari pria penyintas COVID-19 mengalami penurunan kualitas. Hal ini membuat sperma tersebut menjadi kurang optimal.

Para peneliti dari studi yang belum peer review memperkirakan kadar sperma baru bisa kembali normal setelah tiga bulan.

"Parameter kualitas sperma rusak parah ketika dinilai selama bulan pertama (infeksi). Namun, kondisinya 'hampir normal' setelah dua bulan kemudian," kata para peneliti yang dikutip dari Sky News, Rabu (22/12/2021).

Kini para ahli dan akademisi tengah melakukan studi lanjutan terkait hal ini. Mereka ingin mengetahui apakah kerusakan jumlah sperma ini bisa bersifat permanen pada sebagian kecil pria atau tidak.

Terkait varian Omicron, para peneliti di seluruh dunia masih menunggu data pastinya. Dari data tersebut akan dilihat apakah varian Omicron ini lebih menular atau tidak.

Selain itu, mereka juga ingin melihat apakah varian Omicron yang kini sudah terdeteksi di banyak negara ini bisa menyebabkan penyakit lebih ringan, atau justru lebih parah dari varian Delta.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)