ADVERTISEMENT

Kamis, 23 Des 2021 06:22 WIB

10 Penyakit Keturunan yang Sulit Dicegah

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Penyakit keturunan (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Sesuai namanya, penyakit keturunan bukan didapat dari gaya hidup sehari-hari. 'Anugerah' ini diwariskan dari generasi sebelumnya, sulit dicegah atau dihindari.

Punya tubuh yang sehat dan terbebas dari segala penyakit tentu menjadi keinginan bagi semua orang.

Akan tetapi, ada beberapa penyakit yang sulit untuk dicegah, salah satunya penyakit keturunan.

Penyakit keturunan adalah penyakit kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Namun ada juga orang tua yang hanya bertindak sebagai pembawa sifat (carrier) dan penyakit ini muncul setelah dipicu oleh gaya hidup dan lingkungannya.

Orang yang terlihat sehat bisa saja memiliki penyakit keturunan yang dapat menurunkan kelainan genetik pada keturunan berikutnya.

Untuk mengetahui adanya penyakit keturunan atau tidak, disarankan untuk orang tua melakukan pemeriksaan genetik terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 10 penyakit turunan yang sering diturunkan dari orang tua ke anaknya atau generasi berikutnya:

1. Hemofilia

Penyakit turunan yang pertama adalah Hemofilia. Penyakit ini terjadi akibat kekurangan faktor pembeku darah 8 atau 9.

Perintah pembekuan darah ini terdapat di kromosom X, sehingga penderita hemofilia kebanyakan adalah kaum laki-laki. Sedangkan sebagian perempuan hanya pembawa sifat (carrier) saja.

Penyakit keturunan hemofilia sulit dicegah lantaran setiap anak mengandung satu kromosom seks dari ibu dan satu kromosom seks dari ayah. Untuk itu, penyakit ini selalu muncul atau dimulai sejak anak-anak.

2. Fibrosis kistik

Fibrosis kistik adalah penyakit keturunan yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket. Umumnya penyakit ini menghambat sejumlah saluran di dalam tubuh, salah satunya bagian pernapasan.

Gejala yang dirasakan dari penyakit ini berbeda-beda, tergantung letak saluran organ yang tersumbat dan tingkat keparahannya. Namun, jika pada saluran pernapasan, penderita akan merasakan sesak napas dan hidung tersumbat.

3. Buta warna

Buta warna adalah salah satu masalah penglihatan karena ketidakmampuan melihat perbedaan antara beberapa warna. Umumnya penyakit ini diwariskan dari mutasi genetik kromosom X.

Sebagian besar penyakit turunan ini akibat faktor genetik, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kerusakan mata, saraf, dan otak akibat bahan kimia tertentu.

Mutasi yang menyebabkan buta warna sedikitnya ada 19 kromosom dan 56 gen berbeda. Kondisi ini bisa muncul saat waktu anak-anak atau sudah dewasa.

4. Diabetes melitus

Penyakit keturunan berikutnya adalah diabetes. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah akibat insulin dalam tubuh yang tidak bekerja secara normal.

Penderita yang memiliki antigen leukosit dalam darah umumnya diperoleh dari orang tuanya, sehingga cenderung mengembangkan diabetes tipe 1.

Sementara diabetes tipe 2 merupakan penyakit turunan yang muncul di generasi berikutnya jika ada penyakit lain seperti obesitas, hipertensi, atau gaya hidup tidak sehat yang mengganggu fungsi sel-sel beta di dalam tubuh.

5. Tay-sachs

Tay-sachs adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat yang merupakan kelainan neurodegeneratif. Hal ini disebabkan oleh cacat gen yang menyebabkan hilangnya enzim vital atau disebut hexosaminidase-A (Hex-A).

Penyakit keturunan ini umumnya menyerang bayi dan bisa berakibat fatal, seperti mengalami kebutaan, tidak bisa mendengar, dan komplikasi serius lainnya.

6. Thalasemia

Penyakit ini adalah kelainan darah karena hemoglobin darah yang mudah pecah. Penyakit keturunan thalasemia adalah genetik yang diturunkan jika kedua orang tuanya sebagai pembawa sifat (carrier).

Akibatnya, gejala yang ditimbulkan berupa pucat pada wajah anak dan harus mendapatkan transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal.

7. Kebotakan

Mungkin terbilang aneh mengapa kebotakan menjadi penyakit keturunan? Namun, kondisi ini sering dialami oleh banyak orang.

Jika ayahnya mengalami kebotakan, setidaknya salah satu anaknya ada juga yang mengalami kebotakan akibat gen yang diturunkan.

Menurut dr. Angela Christiano, profesor dermatologi dan genetika di Columbia University Medical Center berhasil menemukan gen yang menyebabkan rambut menipis dan bahkan terasa efeknya saat masih anak-anak.

Sebagai informasi, gen APCDD1 adalah gen yang menyebabkan folikel rambut menyusut sehingga semakin lama semakin menipis dan botak.

8. Alergi

Alergi umumnya dapat terjadi jika kita salah makan atau memiliki pola hidup yang buruk. Namun, alergi juga bisa disebabkan dari faktor keturunan. Jika orang tua memiliki bakat alergi, ada kemungkinan sekitar 70 persen anaknya juga akan memiliki alergi.

Dan misalnya hanya salah satu orang tuanya saja yang alergi, maka faktor risiko penyakit keturunan ini sekitar 30 persen bisa dialami oleh anaknya.

9. Albino

Penyakit keturunan berikutnya adalah Albino. Penyakit ini disebabkan oleh orang tua yang mengandung gen albino, sehingga anaknya pun juga terkena. Umumnya, anak yang lahir mengandung albino dari orang tuanya akan mengalami gangguan dalam hal produksi melaninnya.

10. Asma

Asma merupakan salah satu penyakit keturunan yang kerap kali menyerang banyak orang, terutama anak-anak. Penyakit ini umumnya lebih banyak berasal dari faktor ibu dibandingkan faktor ayah.

Selain itu, asma juga bisa muncul jika dipacu oleh adanya suatu alergen di sekitarnya.

Itulah 10 penyakit keturunan yang sulit untuk dicegah. Ada baiknya dilakukan pemeriksaan seluruh tubuh sebelum merencanakan kehamilan atau menikah. Hal ini bertujuan agar orang tua akan lebih siap menghadapinya.



Simak Video "Kemenkes Wanti-wanti Risiko Konsumsi Gula Berlebih"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT