ADVERTISEMENT

Kamis, 23 Des 2021 07:06 WIB

Inggris Babak Belur Dihantam Varian Omicron, Begini Kondisi Pasien di Sana

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
In the Covid 19 ward, an area of the Operative Intensive Care Unit at Leipzig University Hospital, doctors and nurses care for patients in Leipzig, Germany, Monday, Nov. 8, 2021. In the intensive care unit, the number of corona patients with severe courses has been growing for days, including more and more younger patients between 30 and 60 years of age. (Waltraud Grubitzsch/dpa via AP) Perawatan pasien Corona. (Foto: Waltraud Grubitzsch/dpa via AP)
Jakarta -

Inggris menjadi salah satu negara yang paling terdampak varian Omicron. Negara itu bahkan sudah melaporkan satu kasus kematian pasien Omicron.

Kasus COVID-19 di Inggris melonjak 106.122 pasien per Rabu (22/12/2021), peningkatan terbesar sejak awal pandemi. Otoritas kesehatan menyebut peningkatan terjadi karena kasus varian Omicron juga terus naik di seluruh negeri.

Bagaimana kondisi orang yang tertular Omicron?

Warga Inggris yang positif varian Omicron disebut lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi sakit parah daripada mereka yang tertular Delta, menurut para ilmuwan pemerintah Inggris dalam data awal dunia nyata tentang tingkat keparahan penyakit tersebut.

Meski kasus Omicron di Inggris tampak lebih ringan secara keseluruhan, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah menemukan gejalanya tidak cukup ringan untuk menghindari sejumlah besar rawat inap.

Dikutip dari laman Politico, Kamis (23/12/2021), UKHSA menemukan bukti bahwa bagi mereka yang menjadi sakit parah karena varian Omicron, masih ada kemungkinan besar rawat inap dan kematian. Para ilmuwan juga menegaskan bahwa penularan Omicron sangat tinggi, yang berarti bahwa meskipun lebih ringan, infeksi dapat meroket dan bisa berakhir di rumah sakit.

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa masih ada "ketidakpastian" tentang seberapa parah Omicron, dan bagaimana ini berdampak pada tingkat rawat inap, tetapi mengatakan Inggris tidak akan menghadapi pembatasan COVID-19 lebih lanjut sebelum Natal.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT