Pasien India Ceritakan Rasanya Kena Omicron hingga Berhasil Sembuh

ADVERTISEMENT

Pasien India Ceritakan Rasanya Kena Omicron hingga Berhasil Sembuh

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 23 Des 2021 16:00 WIB
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient
Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Seorang pria asal Delhi, India, bernama Sahil Thakur merupakan pasien pertama varian Omicron di kotanya. Kini ia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, menjalani isolasi dan observasi selama 14 hari di rumahnya.

Pria berusia 37 tahun itu pun membagikan ceritanya saat dipastikan terinfeksi varian Omicron. Mulai dari gejalanya hingga perawatan yang dilakukan selama dirawat di rumah sakit.

"Saya telah diberitahu bahwa saya akan menjalani observasi selama 14 hari di rumah dan dokter akan memeriksa saya secara rutin," kata dia yang dikutip dari Hindustan Times, Kamis (23/12/2021).

Diketahui terinfeksi varian Omicron

Thakur pertama kali didiagnosis terinfeksi varian Omicron pada 6 Desember 2021, tepat tiga hari setelah kasus Omicron pertama di India dilaporkan. Ia baru saja kembali setelah melakukan perjalanan bisnis di Dubai pada 4 Desember 2021.

Saat tiba di bandara, Thakur diminta mengisi formulir e-Suvida. Namun, dirinya tidak dites saat tiba di bandara. Ia pun memutuskan untuk pulang dan melakukan isolasi diri di kamar sebagai tindakan pencegahan.

"Tapi, saya harus terbang ke Bombay pada 7 Desember, jadi saya tes COVID-19 sendiri sebelum melakukan perjalanan. Saya dinyatakan positif COVID-19 pada 6 Desember, jadi rencana perjalanan saya dibatalkan, dan dua hari kemudian, saya diberitahu oleh pihak berwenang bahwa saya positif dengan varian Omicron," jelas Thakur.

Tidak mengalami gejala apapun

Saat pertama tiba di bandara dari Dubai, Thakur tidak mengalami gejala apapun. Ia tidak batuk, sakit tenggorokan, atau demam. Itu yang membuatnya tidak di menjalani tes COVID-19 setibanya di bandara.

"Dan saya tidak diuji saat tiba di bandara, jadi saya keluar. Ditambah lagi, saya tidak memiliki gejala, batuk, sakit tenggorokan atau demam. Jadi, saya pulang saja dan mengisolasi diri di kamar sebagai tindakan pencegahan," katanya.

Thakur diizinkan melakukan isolasi di rumah sampai 11 Desember 2021. Kemudian ambulans datang dan membawanya ke Rumah Sakit LNJP. Selama itu, Thakur mengaku tidak memiliki gejala apapun. Ia pun mengaku ini bukan kali pertamanya terinfeksi COVID-19.

"Saya benar-benar beruntung. Ini adalah varian yang sangat menular, tetapi orang tua saya dites dan hasilnya negatif, ditambah beberapa orang lain yang melakukan kontak langsung dengan saya juga negatif. Dan saat ini, kami semua harus sangat berhati-hati," jelasnya.

Dijaga polisi selama masa observasi

Kini Thakur masih menjalani masa observasi dan isolasi di rumahnya. Selama itu, ia dijaga oleh 3-4 polisi di depan rumahnya.

"Mereka sangat sopan, dan juga memberi kami barang-barang kebutuhan sehari-hari, karena tidak ada dari kami yang bisa keluar sampai pembatasan diberlakukan. Bahkan setelah pembatasan isolasi rumah dicabut, mungkin setelah 3-4 hari, saya telah diberitahu, Saya akan diobservasi selama 14 hari, di rumah, dan dokter akan memeriksa saya sebentar-sebentar," pungkasnya.



Simak Video "Temuan Terkini Terkait Subvarian Omicron BN.1"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT