Jumat, 24 Des 2021 07:04 WIB

China Lagi-lagi Lockdown, Warga Curhat Merasa 'Sengsara'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Otoritas China bersiap memeriksa ratusan ribu sampel darah dari bank darah yang ada di kota Wuhan sebagai bagian dari penyelidikan asal-usul virus Corona (COVID-19). Corona di China. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

China menempatkan 13 juta warga di Xi'an agar tetap di rumah setelah kemunculan wabah di kota itu. Jalan-jalan dikosongkan dan orang-orang harus antre panjang di tempat pengujian COVID-19.

Di China, bahkan hanya dengan satu kasus COVID-19, dapat mendorong perintah tinggal di rumah dan larangan perjalanan yang ketat.

Warga Xi'an, Wei, mengatakan kepada AFP bahwa penguncian telah membuatnya merasa 'sengsara', karena serangkaian wabah telah mencegahnya melihat suaminya, yang tinggal di Beijing, selama berbulan-bulan.

"Beijing mengalami wabah beberapa waktu lalu, dan sekarang Xi'an memiliki wabah, itu hanya berganti-ganti," kata Wei.

Penguncian terjadi pada saat yang buruk bagi pelamar sekolah pascasarjana, yang sekarang berjuang untuk memastikan mereka dapat mengikuti ujian masuk pascasarjana nasional akhir pekan mendatang.

"Sudah seminggu kecemasan," kata salah satu calon ujian yang menolak menyebutkan namanya.

"Pusat ujian membutuhkan dua sertifikat asam nukleat dari 48 jam terakhir. Tapi sekarang pusat ujian terdekat hanya memberikan hasil elektronik, rumah sakit terdekat ditutup, dan pusat ujian tidak akan menjawab telepon," tambahnya.

Dengan jalan yang diblokir, dia tidak tahu bagaimana dia akan mencapai lokasi ujian.

Media lokal menunjukkan penduduk berbondong-bondong ke pasar untuk membeli persediaan ketika berita tentang penguncian yang akan datang pecah pada hari Rabu.

Sementara itu Global Times, media yang dikelola pemerintah China memperingatkan Xi'an sedang menghadapi "ujian besar atas kemampuan pemerintahannya".

Banyak pejabat lokal di seluruh China telah dipecat setelah dinilai menangani wabah dengan buruk, mendorong pemerintah daerah untuk mempertahankan aturan yang ketat.

Di Xi'an, operator lokasi wisata yang cemas telah meminta pengunjung untuk menunjukkan tes COVID-19 negatif untuk masuk sebelum wabah, dengan kedatangan kereta api perlu membuktikan bahwa mereka negatif COVID-19.

Negara tempat COVID-19 pertama kali terdeteksi ini telah menurunkan tingkat infeksi dengan melakukan berbagai kebijakan untuk mencegah penularan seperti memutus transportasi, mengisolasi penduduk lokal, dan menguji jutaan orang.

Simak Video 'China Lockdown 13 juta Warga Xi'an Gegara Lonjakan Kasus Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(kna/up)