Jumat, 24 Des 2021 07:22 WIB

Jerman Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
In the Covid 19 ward, an area of the Operative Intensive Care Unit at Leipzig University Hospital, doctors and nurses care for patients in Leipzig, Germany, Monday, Nov. 8, 2021. In the intensive care unit, the number of corona patients with severe courses has been growing for days, including more and more younger patients between 30 and 60 years of age. (Waltraud Grubitzsch/dpa via AP) Foto: Waltraud Grubitzsch/dpa via AP
Jakarta -

Jerman melaporkan kasus kematian pertama akibat COVID-19 varian Omicron. Kematian akibat Omicron di Jerman dikonfirmasi langsung Institut Robert Koch Jerman.

"Orang itu berusia antara 60 dan 79 tahun," kata lembaga itu, dikutip dari Al Jazeera, Kamis malam (23/12/2021).

Jerman mencatat 810 kasus baru Omicron, angkanya terus meningkat sehingga total infeksi Omicron yang tercatat mencapai 3.198 kasus. Kasus Omicron yang terkonfirmasi di Jerman berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) dan tes PCR S Gene Target Failure, diketahui bisa mendeteksi spesifik varian baru Corona B.1.1.529.

Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach memprediksi bakal ada lonjakan kasus COVID-19 selama periode tahun baru. Karenanya, warga Jerman kemungkinan membutuhkan vaksinasi COVID-19 booster demi memperkuat respons kekebalan melawan Corona.

Karl mengaku belum melihat gelombang infeksi baru yang besar dan cepat dari varian Omicron seperti beberapa negara Eropa lainnya, tetapi ada dugaan bisa terjadi

"Itu akan berubah sekitar Tahun Baru dan pada minggu pertama Januari," kata Lauterbach.

Pemerintah mendesak warga Jerman untuk membatasi mobilitas dan kontak satu sama lain selama masa liburan. Warga yang belum divaksinasi juga didesak untuk segera mendapat suntikan lengkap, termasuk vaksinasi booster jika mereka sudah divaksinasi dua dosis.

Berdasarkan data resmi vaksinasi pemerintah, Jerman sudah menyuntikkan dosis vaksin COVID-19 lengkap pada 70,7 persen populasinya, sementara 35 persen dari mereka sudah menerima booster. Meski begitu, banyak demonstrasi di Jerman menentang aturan baru yang membatasi pergerakan dan kewajiban kembali memakai masker beberapa pekan terakhir.

Polisi mengatakan sekitar 5.000 pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Munich Rabu malam, beberapa pendemo bahkan menyerang petugas hingga sebelas orang di antaranya ditahan.



Simak Video "Epidemiolog Sebut Risiko Kematian Akibat Omicron Sama dengan Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)