Jumat, 24 Des 2021 09:22 WIB

Kasus Kematian Pasien Pertama Omicron AS: Penyintas COVID-19 Tapi Tak Vaksin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
In the Covid 19 ward, an area of the Operative Intensive Care Unit at Leipzig University Hospital, doctors and nurses care for patients in Leipzig, Germany, Monday, Nov. 8, 2021. In the intensive care unit, the number of corona patients with severe courses has been growing for days, including more and more younger patients between 30 and 60 years of age. (Waltraud Grubitzsch/dpa via AP) Penanganan pasien COVID-19. (Foto: Waltraud Grubitzsch/dpa via AP)
Jakarta -

Kasus kematian pertama pasien Omicron di Amerika Serikat dialami oleh pria berusia 50 tahun asal Houston, Texas.

Dilaporkan Harris County Public Health (HCPC), pria itu, yang dites positif untuk varian Omicron sebelum kematiannya, adalah seorang penyintas COVID-19 tetapi tidak vaksin. Namun ia memiliki penyakit komorbid sehingga membuatnya tetap rentan terinfeksi.

"Ini adalah pengingat keparahan COVID-19 dan variannya. Kami mendesak semua warga yang memenuhi syarat untuk divaksinasi dan mendapatkan suntikan booster jika belum," kata Barbie Robinson, direktur eksekutif HCPH.

Amerika Serikat telah dibanjiri oleh Omicron, varian Corona ditemukan di Afrika selatan bulan lalu dan telah menyebabkan pembatasan yang diperketat di sebagian besar dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pekan lalu bahwa varian tersebut telah dicatat di 89 negara dan jumlah kasus yang terkait dengannya berlipat ganda setiap 1,5 hingga tiga hari di daerah di mana varian itu menyebar di masyarakat.

Di Inggris, 14 orang yang terinfeksi varian Omicron dinyatakan meninggal dunia.

Meski demikian Omicron hanya menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada versi sebelumnya, pada mereka yang telah divaksinasi penuh atau sudah mendapatkan booster.



Simak Video "Bertambah Lagi! Kini Varian Omicron Sudah Masuk Hawaii"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)