Sabtu, 25 Des 2021 18:32 WIB

Bukan Wuhan, China Lockdown Ketat Kota Xi'an usai Corona Nanjak Terus

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China ini, seorang pekerja yang mengenakan pakaian pelindung mengumpulkan sampel usap tenggorokan di tempat pengujian COVID-19 di Xian di Provinsi Shaanxi, China barat laut, Selasa, 21 Desember 2021. China pada Rabu memerintahkan jutaan orang dikurung di lingkungan dan tempat kerja di kota utara Xian menyusul lonjakan kasus virus corona. (Li Yibo/Xinhua via AP) Foto: AP/Li Yibo
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Kota Xi'an menempatkan penduduknya dalam pengawasan ketat dan lockdown usai catat peningkatan transmisi lokal. Sekitar 13 juta penduduk di kota itu tidak diperkenankan bepergian tanpa alasan yang jelas.

Dilaporkan Reuters, jumlah kasus harian di kota Xi'an meningkat dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Kota ini mendeteksi tambahan 75 kasus transmisi lokal dengan beberapa gejala.

Angka ini adalah peningkatan tertinggi di kota Xi'an di tahun ini. Media milik Pemerintah China melaporkan semua warga diperintahkan tinggal di rumah, kecuali jika memiliki alasan mendesak. Hanya satu orang dari setiap rumah tangga yang diizinkan keluar setiap dua hari untuk membeli keperluan rumah tangga.

Namun sejumlah warga mempertanyakan apakah mereka benar-benar boleh keluar rumah.

Manajemen kompleks perumahan mengatakan kami bisa keluar rumah jika punya hasil tes PCR selama 48 jam terakhir. Tapi bagaimana kami bisa tes kalau tidak bisa keluar?" demikian salah satu unggahan di media sosial Weibo.

Meski adanya lonjakan, otoritas terkait menyatakan belum ada kasus varian Omicron yang terdeteksi di antara warga. Seluruh kasus Omicron yang ditemukan berasal dari luar negeri atau imported case.

"Sejauh ini titik balik wabah belum datang, dan pembatasan ketat diperlukan," kata Zhang Boli, yang membantu membentuk tanggapan dan pengobatan awal COVID-19 di China, kepada media pemerintah.

Pejabat lokal juga menghadapi hukuman atas wabah tersebut dan penerbangan domestik yang dijadwalkan berangkat dari kota pada hari Jumat dibatalkan.

Sebuah rumah sakit onkologi mengatakan pada hari Sabtu (25/12/2021) bahwa departemen rawat jalan dan ruang gawat daruratnya telah berhenti menerima pasien karena COVID-19, setelah beberapa rumah sakit lain melakukan tindakan serupa.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)