ADVERTISEMENT

Minggu, 26 Des 2021 05:00 WIB

Siswa SD di Klaten Mendadak Buta, Dapat Support dari Pengidap Penyakit Langka

Achmad Syauqi - detikHealth
Keluarga Rangga mendapat support tamu penderita TEN sindrom yang sudah sembuh. (Achmad Syauqi/ detikcom) Seorang bocah di Klaten nyaris buta (Foto: Achmad Syauqi/detikHealth)
Klaten -

Keluarga Rangga Dimas Iskandar (6) siswa kelas 1 SD di Klaten yang buta mendadak mendapatkan tamu istimewa. Ria Hapsari (28), mantan pengidap penyakit toxic epidermal necrolysis (TEN) yang gejala dan dampaknya mirip yang dialami Rangga datang memberikan support.

"Kalau saya dulu mengalami namanya syndrom toxic epidermal necrolysis (TEN), di atas syndrom Stephen Jhonson (SKS). Gejalanya hampir sama, demam tinggi dan muncul bintik-bintik merah seperti terbakar di kulit," ungkap Ria saat bertemu Umiyatun (32), ibu kandung Rangga, Sabtu (25/12/2021) siang.

Dalam pertemuan santai itu, Ria menceritakan penyakitnya dipicu alergi obat tersebut terjadi bulan April 2019. Awalnya dirinya ke dokter karena pingsan.

"Karena pingsan katanya ada pembengkakan otak. Kemudian diberi obat tetapi malah muncul bintik merah, diperiksa lagi dikira DBD," tutur Ria di dekat Rangga yang tertidur pulas.

Setelah itu, tubuhnya demam tinggi dan ruam kulit semakin parah, bengkak dan melepuh seperti terbakar. Sempat tidak sadarkan diri.

"Sempat sekitar 4 hari koma lalu dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Selama sekitar 20 hari dirawat dengan baik sampai akhirnya sembuh," papar Ria.

Selama sekitar sebulan mengidap TEN tersebut, jelas Ria, dirinya sempat melalui fase kritis. Karena demam tinggi dan sekujur tubuhnya seperti panas terbakar.

"Sebab panas seperti terbakar, saya sempat diikat di bed karena mengigau. Bahkan selang dan infus saya cabuti, mata tidak bisa melihat karena yang ada hanya hitam," lanjut Ria.

Setelah melalui masa krisis, imbuh Ria, tubuhnya membaik dan setelah beberapa bulan mulai pulih, bisa berjalan dan melihat lagi. Berat badan sampai drop 12 kilogram.

"Berat badan saya turun 12 kilogram karena makan diselang dan tidak bisa langsung makan sendiri. Kini semua pulih dan normal lagi," tambah Ria.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ada Hukumnya, Peselingkuh Bisa Dilaporkan"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT