Minggu, 26 Des 2021 14:31 WIB

Kemenkes Buka Suara, Ini 5 Fakta di Balik Hoax Delmicron yang Bikin Geger

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Omicron adalah varian baru virus Corona. Virus ini pertama kali terdeteksi di Afrika. 5 fakta mengenai 'Delmicron', dipastikan hanya hoax (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Virus Corona varian Omicron belakangan memunculkan tren peningkatan kasus di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, diketahui kini sudah ada 11 kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Belum usai dengan urusan Omicron, warga dunia dibuat heboh dengan kabar soal virus Corona varian Delmicron. Varian ini disebut merupakan gabungan dari varian Delta dan Omicron.

Lantas, apakah benar varian Delmicron benar-benar ada? Berikut fakta-faktanya.

1. WHO tak beri penamaan gabungan varian

Dikutip dari Business Today, Minggu (26/12/2021), beberapa laporan menyebutkan tentang varian Delmicron yang muncul sejak beberapa hari lalu. Laporan tersebut mengklaim bahwa Delmicron merupakan kombinasi varian Delta dan Omicron.

Hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan Delmicron. Namun, dalam laporan variants WHO tidak ditemukan Delmicron, penamaan varian baru Corona juga seharusnya diberi dengan huruf Yunani.

2. Awal mula Delmicron heboh

Sebelumnya, berita mengenai varian Omicron datang dari seorang anggota gugus tugas COVID-19 Maharashtra, Negara Bagian India, Dr Shashank Joshi. Pernyataannya itu ia buat saat sesi debat di News18.

"Delmicron, lonjakan kembar Delta dan Omicron. Di Eropa dan AS, telah menyebabkan tsunami kecil kasus," ujarnya.

Dikutip dari Times of India, Minggu (26/12/2021), para pakar kesehatan mengatakan bahwa berita tersebut merupakan sebuah informasi yang menyesatkan.

"Delmicron merupakan informasi yang menyesatkan. Tidak ada varian baru bernama Delmicron," kata Dr Rakesh Kumar Mishra, direktur Institut Tata Genetika dan Masyarakat Bangalore.

"Sangat jarang seseorang akan terinfeksi dua varian di waktu yang bersamaan," tambahnya.

Meski demikian, Dr Rakesh Mishra memang membenarkan bahwa di beberapa negara terdapat dua varian yang mendominasi yakni Delta dan Omicron. Tetapi bukan berarti ada varian baru yang merupakan gabungan dari keduanya.

3. Delmicron dipastikan hoax!

Pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menegaskan, varian Delmicron yang disebut gabungan Delta dan Omicron merupakan hoaks. Menurutnya, jika ada varian baru Corona setelah Omicron akan diikuti berdasarkan huruf Yunani seperti pi, rho, sigma dan seterusnya.

"Berita Delmicron itu hoax. Pentingnya cross check info. Perkembangan variants bisa dilihat di data GISAID," tutur Dicky, yang menunjukkan tidak ada catatan varian Delmicron.

"Penamaan varian dilakukan WHO berdasar huruf Yunani dan selain belum ada lagi varian baru, juga nggak ada Delmicron di dalamnya," sambung Dicky.

4. Kata Satgas IDI

Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, Delimcron bukan varian baru Corona melainkan hanya istilah untuk menggambarkan lonjakan kasus Delta dan Omicron.

"Delmicron bukanlah varian baru dari virus corona seperti Alpha atau Beta. Artinya, Delmicron cuma istilah yang mengacu pada situasi di mana Delta dan Omicron membuat lonjakan kasus di wilayah tertentu," kata Zubairi melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Minggu (26/12/2021).

5. Kemenkes buka suara

Pernyataan serupa juga dikatakan oleh Juru Bicara Satgas COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Nadia Tarmizi, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi resmi mengenai varian Delmicron dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Sampai saat ini WHO belum menyebutkan tentang varian ini," katanya saat dihubungi Detikcom, Minggu (26/12/2021).



Simak Video "Heboh Delmicron, Epidemiolog Ingatkan Penamaan Varian Baru Harus dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)