Minggu, 26 Des 2021 16:25 WIB

Proses Forensik Handi-Salsa Korban Tabrak Lari di Nagreg, Ada Luka Mematikan

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line Proses penyelidikan kasus kecelakaan Handi dan Salsa di Nagreg sudah masuk tahap pemeriksaan forensik (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Jakarta -

Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap penyebab kematian sejoli Handi Saputra Hidayatullah (18) dan Salsabila (14), korban kecelakaan di Nagreg, Jawa Barat, yang mayatnya ditemukan di Banyumas dan Cilacap.

Sebelum diserahkan kepada keluarga, tim forensik Polda Jawa Tengah melakukan disaster victim investigation (DVI) atau proses identifikasi untuk mengungkap identitas jenazah.

Hasilnya, korban Handi yang mayatnya ditemukan di Banyumas diduga meninggal akibat tenggelam karena di dalam paru-parunya menimbun air terlalu banyak. Sedangkan Salsa, terdapat luka parah di bagian kepala dengan patah tulang di tengkorak yang diduga kuat menjadi penyebab kematian.

Lantas seperti apa biasanya proses identifikasi jenazah yang dilakukan tim forensik untuk mengungkap kasus Handi dan Salsa?

Dikutip dari idionline.org, Minggu (26/12/2021), proses forensik dilakukan dengan dua metode yakni antemortem dan postmortem.

Metode Antemortem

Metode antemortem merupakan proses pengumpulan data dari korban yang terdampak bencana atau kecelakaan. Antemortem bisa disebut sebagai pengumpulan riwayat dan data korban sebelum meninggal dunia.

Data biasa berupa visual, perhiasan, pakaian, dokumentasi.

Metode Postmortem

Sementara untuk postmortem terdiri dari data-data pelengkap korban seperti sidik jari, rekam medis, serologi (pemeriksaan cairan tubuh seperti darah, air mani, air liur, keringat, dan kotoran di tempat kejadian perkara), odontologi (gigi, antropologi, dan biologi (termasuk tanda lahir atau cacat).

Data-data korban meninggal biasanya didapatkan dari keluarga terdekat. Sidik jari bisa ditemukan pada surat pribadi semacam SIM, Ijazah, KTP. Sementara untuk DNA, bisa dicocokkan dari keluarga kandung korban seperti orang tua ataupun anak-anak. Tanda-tanda lain seperti tanda lahir, bisa dikenali secara detail oleh keluarga dekat.

Setelah data terkumpul, tim DVI akan melakukan pencocokan data dari hasil antemortem dan postmortem. Dari data itu akan ditemukan berbagai informasi mengenai korban yang bersangkutan.



Simak Video "Risiko Kepribadian 'Dark Triad' pada Orang-orang di Posisi Strategis"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)