Senin, 27 Des 2021 05:00 WIB

Round Up

Varian Delmicron Dipastikan Hoax! Ini 3 Kejanggalan yang Menyertainya

Nafilah Sri Sagita K, AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Varian Delmicron ternyata hoax (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

Varian Delmicron mendadak jadi perbincangan, disebut-sebut gabungan dari COVID-19 varian Delta dan Omicron. Para pakar memastikan informasi ini adalah hoax.

Kabar munculnya varian Delmicron tak pelak memicu kekhawatiran, karena saat ini dunia masih bergelut dengan varian Omicron. Varian terbaru dengan kode B.1.1.529 ini memang diyakini tidak lebih parah, tetapi sangat menular.

Sementara itu, varian Delta atau B.1617.2 lebih dulu muncul dan menjadi varian yang sempat mendominasi lonjakan kasus di seluruh dunia. Dominasi Delta saat ini terancam oleh Omicron.

Lalu mendadak muncul varian Delmicron. Benarkah muncul varian baru kombinasi Delta dan Omicron? Berikut fakta yang terangkum.

1. Tidak sesuai penamaan WHO

Organisasi kesehatan dunia WHO menamai varian COVID-19 yang diwaspadai dengan abjad atau alfabet Yunani. Dimulai dari Alpha untuk B.117, Beta untuk B.1351, dan seterusnya hingga yang terakhir adalah Omicron untuk B.1.1.529.

"Penamaan varian dilakukan WHO berdasar huruf Yunani dan selain belum ada lagi varian baru, juga nggak ada Delmicron di dalamnya," kata Dicky Budiman, pakar epidemiologi dari Griffith University.

2. Tidak ada dokumentasi ilmiah

Mantan direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menyebut hingga saat ini tidak ditemukan bukti maupun pernyataan ilmiah yang mengkonfirmasi adanya varian Delmicron. Istilah Delmicron, menurutnya baru terungkap dari pendapat seorang dokter yang kebetulan diwawancara media.

"Istilah ini nampaknya banyak bermula dari keterangan Dr Shashank Joshi, salah seorang anggota SatGas/taskforce dari negara bagian Maharashtra di India," kata Prof Tjandra.

Itupun, menurut Prof Tjandra, tidak merujuk pada varian baru. Delmicron hanya menggambarkan adanya pasien yang terserang varian Delta dan varian Omicron, sehingga diduga cepat menular dan keluhannya tidak ringan.

"Tetapi sekali lagi belum ada bukti ilmiah yang jelas tentang hal ini," tegas Prof Tjandra.

3. Dibantah Kemenkes RI

Kegaduhan soal varian Delmicron ditanggapi juga oleh Kementerian Kesehatan RI. Juru bicara vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi menyebut belum ada informasi resmi terkait varian tersebut.

"Sampai saat ini WHO belum menyebutkan tentang varian ini," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (26/12/2021).

Simak video 'Heboh Delmicron, Epidemiolog Ingatkan Penamaan Varian Baru Harus dari WHO':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)