Senin, 27 Des 2021 08:52 WIB

Menkes Siapkan PCR Baru 3-4 Jam Bisa Deteksi Omicron, Tes SGTF?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Strips of newspaper with the words Omicron and Covid-19 typed on them. Omicron variant of COVID-19. Black and white. Close up. Tes PCR dengan SGTF bisa untuk deteksi awal Omicron dalam 4-6 jam (Foto: Getty Images/iStockphoto/Professor25)
Topik Hangat Omicron Masuk RI!
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyiapkan tes PCR (polymerase chain reaction) dengan teknologi baru yang bisa mendeteksi varian Omicron. Maksudnya tes SGTF?

"Kita akan menyebarkan teknologi baru untuk tes PCR yang bisa melihat Omicron, kita sudah sebarkan di seluruh pintu masuk luar negeri utama sehingga kita bisa lebih cepat mengidentifikasi Omicron, menggunakan tes PCR yang cuma 4-6 jam dibandingkan dengan tes genome sequencing yang 3-5 hari," kata Menkes, dalam konferensi pers, Senin (27/12/2021).

Dalam konferensi pers pekan lalu, Menkes juga menyinggung tes PCR yang bisa menjadi deteksi awal varian Omicron dalam 4-6 jam. Tes PCR ini menggunakan reagen SGTF (S-gene Target Failure). Sampel yang terdeteksi positif dengan tes tersebut, dikategorikan probable Omicron.

"Tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai marker, jadi tidak 100 persen seperti WGS. Tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4-6 jam saja. Sedangkan WGS membutuhkan 3-5 hari," jelas Menkes, Senin (20//12/2021).

Hasil deteksi dengan PCR SGTF tetap harus dikonfirmasi dengan Whole Genome Sequencing (WGS), karena SGTF hanya mendeteksi salah satu mutasi khas yang dimiliki Omicron. Pada varian Omicron, salah satu komponen yang disebut S-gene tidak terdeteksi meski tes PCR hasilnya positif.

Selain itu, Menkes juga mendatangkan 15 mesin WGS baru yang akan disebar di pulau-pulau di Indonesia. Ini bertujuan agar indentifikasi Omicron bisa lebih cepat.



Simak Video "Simak! 7 Gejala Awal Terpapar Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)
Topik Hangat Omicron Masuk RI!