Senin, 27 Des 2021 12:15 WIB

1 Orang Lolos dari Wisma Atlet, Mungkinkah Omicron Sudah Menyebar?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Ilustrasi penjelasan pakar soal potensi varian Omicron menyebar lewat transmisi komunitas. Foto: Pradita Utama
Topik Hangat Omicron Masuk RI!
Jakarta -

Hampir semua kasus varian Omicron yang ditemukan di RI kini adalah kasus impor, hanya 2 kasus yang terkonfirmasi sebagai transmisi lokal. Namun Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengaku belum bisa memastikan ada atau tidaknya penyebaran varian Omicron di daerah lain. Mengingat, hingga kini

"Tapi kita masih tidak tahu di daerah lain apa ada yang lolos (varian omicron) dari Wisma Atlet. Sebab, kemarin ternyata ada satu orang yang lolos pergi dari situ karena pergi dengan keluarganya," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (27/12/2021).

Dalam kesempatan lainnya, ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menegaskan transmisi komunitas varian Omicron di Indonesia sebenarnya tinggal menghitung waktu. Sebab ia khawatir, transmisi komunitas varian Omicron di masyarakat sebenarnya sudah terjadi, hanya saja belum terdeteksi karena keterbatasan deteksi.

"Kasus transmisi komunitas varian Omicron di Indonesia belum terdeteksi itu sebetulnya saya sampaikan sejujur penilaian saya masalah waktu. Kenapa? Karena kita melihatnya rujukannya adalah Indonesia ini dalam level transmisinya di penularan komunitas," terangnya dalam diskusi daring, Jumat (24/12/2021).

"Ada gap (kesenjangan) apakah itu karena deteksinya belum memadai, testing, tracing, faktor lainnya.Ini berarti besar kemungkinan terjadi pada Omicron. Apa lagi Omicron ini efektif menyebar," sambung Dicky.

Menurutnya, efek penyebaran varian Omron di Indonesia bisa ditekan lantaran cakupan vaksinasi COVID-19 dan infeksi natural virus Corona di Indonesia sudah tinggi. Namun meski varian Omicron diyakini menimbulkan gejala lebih ringan dibanding varian Delta, ia masih khawatir soal tingginya risiko pada lansia dan pengidap komorbid.

"Kabar baiknya adalah bahwa lebih banyak saat ini di Indonesia yang sudah divaksin, sudah terinfeksi kemudian divaksin, yang sudah terinfeksi. Yang sudah terinfeksi ini pun kalau dewasa-muda terinfeksi, relatif tidak terlalu (berat) atau ringan-sedang. Yang berbahaya adalah yang lansia atau masuk dalam risiko tinggi," pungkas Dicky.



Simak Video "Omicron Masuk RI, Ketua Satgas IDI Singgung Karantina 'Rp 40 Juta'"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)
Topik Hangat Omicron Masuk RI!