ADVERTISEMENT

Senin, 27 Des 2021 13:30 WIB

Luhut Sebut Kasus COVID-19 Anak Meningkat Gegara Omicron, Begini Gejala Khasnya

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
TNI AL terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi anak demi mendukung pemerintah mengejar herd imunuty pada awal tahun  2022. Luhut sebut ada penambahan kasus COVID-19 pada anak akibat Omicron, ada gejala tak biasa (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kasus COVID-19 anak berdasarkan data di dunia, meningkat imbas varian Omicron. Karenanya, ia meminta orang tua segera memvaksinasi anak, yang kini sudah bisa dilakukan untuk usia 6 tahun ke atas.

"Kita tetap harus hati-hati, karena data di negara lain menunjukkan kasus anak mengalami peningkatan karena Omicron," sebut Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27/12/2021).

Belakangan seorang dokter asal London, Inggris, mengemukakan bahwa ada gejala khas pada anak yang terinfeksi varian Omicron. Oleh karena itu, orang tua diharapkan lebih berhati-hati dengan gejala yang baru ditemukan ini.

Dr David Lloyd mengatakan, anak bisa saja mengalami ruam kemerahan pada tubuh ketika terinfeksi virus Corona varian Omicron.

Dr Lloyd mengaku melihat sekitar 15 persen anak-anak terinfeksi varian Omicron mengidap bintik-bintik merah di sekujur badan. Mereka juga mengalami sakit kepala dan kehilangan nafsu makan.

"Perbedaan gejala varian Omicron ini cukup penting untuk dikenali, tetapi kami berharap varian itu tidak mematikan seperti varian Delta. Kita pun berharap bisa mengatasinya," kata Dr David Lloyd, dikutip dari The Sun, Senin (27/12/2021).

Dr Lloyd dan timnya telah mempelajari lebih banyak tentang virus Corona. Mereka menemukan sekelompok kecil pasien yang mengalami ruam aneh, tetapi 15 persen anak-anak dengan varian Omicron mengalami ruam tidak biasa.

Gejala Varian Omicron

Sebelumnya, National Health Service (NHS) atau Badan Kesehatan Inggris mengatakan ada tiga gejala utama saat orang terinfeksi Covid-19 seperti batuk terus menerus, kehilangan indera penciuman dan perasa, serta suhu tinggi. Tetapi studi yang dilakukan ZOE Symptom Track mengatakan, seseorang yang terinfeksi Omicron tidak menunjukkan gejala tersebut.

Data dari ZOE, orang yang terinfeksi Omicron biasanya baru menunjukkan gejala kurang lebih 48 jam setelah terinfeksi. Gejalanya termasuk pilek, tenggorokan kering atau gatal, sakit kepala, kelelahan, dan bersin.

Tak hanya itu, pasien juga mengeluhkan nyeri punggung bawah, nyeri otot dan keringat malam hari.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT