Senin, 27 Des 2021 21:52 WIB

Ciri-Ciri dan Cara Mengatasi Turun Berok

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Rearview shot of a muscular man lifting a barbell in a gym Turun berok (Foto: Getty Images/Yuri_Arcurs)
Jakarta -

Turun berok atau hernia merupakan kondisi yang perlu diwaspadai dan tidak boleh disepelekan. Untuk itu, penting mengetahui ciri-ciri dan cara mengetasinya.

Dikutip dari familydoctor, hernia alias turun berok adalah robekan pada otot atau jaringan yang memungkinkan bagian dalam menonjol keluar. Ini bisa menjadi tonjolan organ internal seperti usus. Kadang-kadang turun berok dapat terlihat, tergantung pada lokasi dan ukurannya. Turun berok bisa terjadi pada perut, pusar, bagian atas paha, dan selangkangan.

Pada turun berok yang ringan, usus yang menonjol bisa masuk lagi ke perut jika dalam posisi tidur. Tapi, kalau sudah parah, usus tidak akan bisa masuk lagi ke perut. Sedangkan kalau usus sudah terjepit, maka usus tidak mendapat suplai darah yang akhirnya mati dan membusuk.

Turun berok tidak mengenal usia dan jenis kelamin, siapa saja bisa berisiko mengalaminya. Namun pada wanita, turun berok biasanya terjadi karena sering hamil dan melahirkan. Sedangkan pada pria terjadi karena sering mengangkat beban. Turun berok yang banyak dialami oleh olahragawan terutama pesepakbola disebut dengan sport hernia.

Lantas, bagaimana ciri-ciri dan cara mengatasi turun berok? Berikut rangkumannya.

Ciri-ciri Turun Berok:

  • Timbul nyeri di daerah perut bagian bawah
  • Rasa sakit atau nyeri ini akan sangat terasa ketika jika ada tekanan di dalam perut seperti saat batuk, mengejan atau mengangkat beban yang berat
  • Muncul benjolan di daerah selangkangan atau daerah perut, benjolan ini akan meningkat ukurannya ketika berdiri atau tekanan perut meningkat
  • Pada beberapa kasus timbul tonjolan tanpa disertai dengan rasa sakit yang jika terus dibiarkan bisa membuat hernia masuk ke dalam skrotum
  • Terkadang muncul rasa sakit yang disertai dengan demam
  • Jika usus sudah terjebak atau terjepit dalam jangka waktu lama bisa mengalami kerusakan yang ditandai dengan mual dan muntah
  • Timbul nyeri yang selalu hadir diikuti dengan gejala gangguan pencernaan.

Cara Mengatasi Turun Berok:

Turun berok tidak sembuh dengan sendirinya, sehingga memerlukan tindakan operasi untuk penanganannya. Meski demikian, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala turun berok, di antaranya:

  • Hentikan kebiasaan merokok, karena dapat menyebabkan batuk kronis dan meningkatkan risiko turun berok
  • Makan makanan yang berserat tinggi untuk mencegah sembelit
  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan refluks asam lambung, seperti makanan pedas dan tomat.
  • Cobalah untuk tidak mengejan saat buang air besar atau saat buang air kecil
  • Olahraga secara teratur untuk menjaga berat badan ideal. Namun, konsultasikan ke dokter mengenai olahraga yang tepat dan aman untuk penderita turun berok
  • Pertahankan berat badan yang seimbang
  • Temui dokter saat sedang sakit untuk menghindari batuk terus-menerus yang bisa berdampak pada turun berok
  • Hindari mengangkat beban yang terlalu berat. Jika harus mengangkat sesuatu yang berat, tekuk lutut dan bukan pinggang atau punggung. Hindari juga menahan napas saat mengangkat benda berat. Sebaliknya, buang napas selama pengangkatan untuk mengurangi kemungkinan turun berok yang memburuk.


Simak Video "Penjelasan Kemenkes soal Kriteria Suspek-Konfirmasi Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)