Selasa, 28 Des 2021 07:48 WIB

Kondisi Muhammad Kace Ngedrop karena DBD, Gejala Ini Tak Boleh Diabaikan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus Muhammad Kace yang Bikin Dia Ditahan di Rutan Bareskrim Muhammad Kace ngedrop karena DBD. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Muhammad Kace pingsan saat menjalani sidang. Terdakwa kasus dugaan penistaan agama bernama asli M Kosman tersebut terkena demam berdarah dengue (DBD).

Menurut keterangan pengacara Kace, Kamaruddin Simanjuntak, kondisi M Kace belakangan menurun drastis sejak sakit.

"Kemarin malam Natal dan/atau Jumat malam tanggal 24 Desember 2021, sewaktu sidang marathon 2 hari 2 malam, MKC yang sebelumnya telah dalam keadaan sakit. Telah jatuh dan pingsan di ruang sidang utama Cakra PN Ciamis di hadapan Majelis Hakim, JPU (jaksa penuntut umum), PH (penasihat hukum) dan pengunjung sidang perkara pudana Nomor 186," kata Kamaruddin dalam keterangannya, Selasa (28/12/2021).

Dikutip dari Web MD, demam berdarah seperti yang diidap M Kace ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus dengue. Nyamuk menjadi terinfeksi ketika menggigit seseorang dengan virus dengue di dalamnya.

Demam berdarah tidak dapat menyebar langsung dari satu orang ke orang lain atau antarmanusia.

Gejala demam berdarah

Gejala demam berdarah biasanya muncul empat hingga enam hari setelah terpapar, berlangsung hingga 10 hari. Adapun gejala demam berdarah yang banyak dilaporkan meliputi:

  • Mendadak demam tinggi
  • Sakit kepala parah
  • Sakit di belakang mata
  • Nyeri sendi dan otot yang parah
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam kulit, yang muncul dua hingga lima hari setelah timbulnya demam
  • Pendarahan ringan (seperti mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar).

Terkadang, gejalanya ringan dan bisa disalahartikan sebagai flu atau infeksi virus lainnya. Anak-anak yang lebih kecil dan orang-orang yang belum pernah terinfeksi sebelumnya cenderung memiliki kasus yang lebih ringan daripada anak-anak yang berusia lebih tua dan orang dewasa.

Gejala serius

Namun, masalah serius akibat demam berdarah dapat berkembang. Ini termasuk demam berdarah dengue, komplikasi langka yang ditandai dengan demam tinggi, kerusakan pada getah bening dan pembuluh darah, pendarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, dan kegagalan sistem peredaran darah.

Gejalanya dapat berkembang menjadi perdarahan masif, syok, dan kematian. Ini disebut sindrom syok dengue (DSS).

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah serta orang-orang dengan infeksi dengue kedua atau berikutnya diyakini berisiko lebih besar terkena demam berdarah dengue.



Simak Video "Perhatikan Gantungan Bajumu, Nyamuk Suka dengan Bau Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)