Selasa, 28 Des 2021 20:48 WIB

Satu Lagi Dampak Ngeri Kebiasaan Merokok, Cegah Sebelum Telat!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Stop smoking concept advertisement, cigarette, tobacco burning as cancer loading bar, vector illustration Berhenti merokok (Foto: Getty Images/iStockphoto/ChakisAtelier)
Jakarta -

Rokok merupakan salah satu faktor risiko pemicu hipertensi yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti jantung, kanker, stroke, dan gangguan pada organ vital. Untuk menekan risiko tersebut, perokok dewasa harus diberikan informasi akurat mengenai berbagai solusi yang ada untuk membantu mereka berhenti merokok dan menekan risiko terkena hipertensi.

Isu ini menjadi pembahasan dalam diskusi online Ngobrol Pintar dan Inspiratif Soal Hipertensi Bareng Dokter yang diselenggarakan Koalisi Indonesia Bebas TAR (Kabar) bersama Perhimpunan Hipertensi Indonesia (Inash) dan Omron Healthcare Indonesia beberapa waktu lalu. Dokter Spesialis Saraf, Yuda Turana menjelaskan, hipertensi menyebabkan potensi risiko stroke lebih besar dibandingkan penyakit lainnya.

"Kalau bicara hipertensi bukan bicara tensinya berapa dan mengandalkan pemeriksaan, tapi variasinya. Jangan berpikir karena hipertensi jadi tes berulang-ulang agar tahu tekanan tensinya setinggi apa," ujar Yuda dalam diskusi tersebut.

Dikutip dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Hipertensi biasanya tidak memiliki gejala, jadi salah satunya cara untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan medis.

Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran (Unpad), Ardini Raksanagara menambahkan, agar terhindar dari hipertensi, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat. Jika memiliki riwayat seperti perokok berat, maka harus mulai berhenti merokok dan hindari perilaku berisiko lainnya seperti konsumsi makanan tinggi garam.

"Kalau mau terhindar dari hipertensi maka harus hindari rokok, mulai makan makanan sehat, dan berolahraga. Aktivitas fisik minimal 30 menit sehari," katanya dalam diskusi tersebut.

Sependapat dengan Ardini, Ketua Indonesian Young Pharmacist Group (IYPG), Arde Toga Nugraha juga menyarankan perokok dewasa untuk mulai berhenti merokok demi meminimalisir risiko terkena penyakit hipertensi. Namun berhenti merokok secara langsung tidaklah mudah.

"Di sini peran tenaga kesehatan untuk menyampaikan bahwa ada risiko kalau terus dilanjutkan dan bagaimana cara mengatasi maupun mencegah adanya risiko tersebut. Mereka harus diberikan pemahaman," katanya.



Simak Video "Dukungan Orang Terdekat Jadi Upaya Terbaik untuk Berhenti Merokok"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)