Rabu, 29 Des 2021 22:20 WIB

Kram Perut Tapi Tidak Menstruasi? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Shot of unhealthy young woman with stomachache leaning on the bed at home. Kram perut, apa penyebabnya? (Foto: iStock)
Jakarta -

Umumnya wanita mengalami kram perut saat akan menstruasi maupun selama periode menstruasi. Tetapi, pada kondisi tertentu kram perut ini bukan hanya terjadi karena menstruasi, melainkan ada penyebab lainnya.

Kram menstruasi merupakan rasa nyeri yang berdenyut atau kejang di perut bagian bawah serta punggung. Kram perut ini biasa terjadi pada wanita ketika menjelang atau saat periode menstruasi. Secara medis kram menstruasi disebut dengan dismenore.

Dikutip dari healthline, rasa kram ini disebabkan karena zat prostaglandin yang memicu kontraksi otot di rahim untuk mengeluarkan telur yang tidak dibuahi. Kontraksi ini yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Zat ini juga dapat menimbulkan beberapa keluhan lain saat haid, seperti mual, mulas, lemas, dan sakit kepala.

Selain karena menstruasi, ada beberapa kemungkinan penyebab kram perut. Dikutip dari berbagai sumber, berikut di antaranya:

1. Radang usus

Kram perut bisa juga terjadi karena radang usus atau Inflammatory bowel disease (IBS). Pengidap IBS bisa merasakan nyeri yang amat sangat di perut kanan bawah atau bagian tengah dan bisa ringan hingga parah.

Radang usus terjadi karena adanya inflamasi kronis di saluran pencernaan. Meski penyebab pastinya belum diketahui, namun dipercaya bahwa kondisi ini berkaitan dengan pola makan dan kadar stres.

2. Kista ovarium pecah

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang ada di dalam ovarium atau indung telur. Kista ovarium ini tidak berbahaya dan bukanlah kanker. Kebanyakan kista akan hilang dengan sendirinya, namun terkadang bisa menyebabkan masalah sewaktu-waktu dan memerlukan penanganan yang tepat.

Apabila kista ovarium mendadak pecah, keram dan nyeri di sisi perut manapun terutama bagian bawah perut akan terasa. Kamu juga bisa mengalami spotting dan nyeri punggung bawah.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang mirip dengan dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan ini merespon pada hormon haid dengan cara yang sama seperti jaringan di dalam rahim. Mereka juga bisa hancur dan berdarah seperti jaringan rahim.

Bagian yang cukup kompleks dari jaringan ini adalah mereka tak bisa dibuang dari tubuh melalui vagina dan akhirnya membentuk lesi, menyebabkan nyeri dan bengkak. Pengidap endometriosis pada umumnya mengalami keram perut seperti saat sedang haid.

4. Stenosis serviks

Kram perut bisa menjadi gejala stenosis serviks, yaitu kondisi pembukaan serviks begitu sempit sehingga cenderung membatasi aliran menstruasi. Gejala yang paling umum adalah menstruasi tidak teratur dengan kram parah pada menstruasi sebelumnya.

5. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa merupakan kondisi medis di mana tubuh menolak untuk mencerna laktosa. Laktosa adalah karbohidrat utama yang ditemukan dalam produk susu. Apabila seorang wanita punya kondisi ini, maka bisa mengalami keram perut, diare, muntah, dan kembung. Biasanya gejala ini muncul 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi produk susu.

6. Autoimmune Oophoritis

Autoimmune oophoritis menimbulkan kondisi peradangan yang mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel sendiri. Akibatnya, ovarium menyusut dan mengeras. Produksi hormon reproduksi turun dan bahkan dapat menyebabkan kemandulan. Dalam kondisi ini, perempuan akan mengalami gejala seperti menstruasi tapi tidak ada perdarahan.

7. Penyakit inflamasi pelvis

Penyakit ini merupakan infeksi bakteri di organ reproduksi. Infeksi terjadi karena bakteri menular seksual yang biasanya menyebar dari vagina ke rahim.

Bakteri ini juga bisa menyebabkan masalah jika seorang wanita berusaha untuk memiliki anak. Gejala PID kadang tak terdeteksi di stadium awal, namun jika mengalami nyeri di kedua sisi perut bagian bawah, punggung bawah, berdarah saat seks, dan keluar cairan berbau dari vagina, ada baiknya segera cek ke dokter.

8. Menopause

Saat mendekati menopause, perempuan cenderung mendapatkan siklus haid yang tidak teratur. Dalam beberapa bulan terakhir, perempuan juga mungkin mengalami kram perut. Ini hanya merupakan indikasi menurunnya tingkat hormon reproduksi dalam tubuhnya.



Simak Video "Tawaran Vaksin Covid-19 dari Korsel Masih Dicuekin Korut"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)