Kamis, 30 Des 2021 11:30 WIB

Pakar UI Nilai COVID-19 RI Sudah Masuk Fase Endemi, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Pakar UI menyebut COVID-19 Indonesia sudah masuk fase endemi. (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Indonesia disebut telah berhasil keluar dari pandemi COVID-19 dan memasuki fase endemi. Hal ini diungkapkan oleh epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono.

Menurutnya, hal ini terlihat dari beberapa aspek, seperti positivity rate, tingkat penularan, dan juga tingkat kematian yang rendah. Dan kondisi ini sudah berlangsung sejak Agustus hingga saat ini.

"Menurut saya sudah masuk (endemi). Penularannya kan rendah, positivity rate-nya rendah, rumah sakit kosong, kematian zero, pokoknya rendah semua," bebernya saat dihubungi detikcom, Kamis (30/12/2021).

"Dan itu sudah berlangsung ya sudah empat bulan, tidak ada tanda-tanda lonjakan," lanjutnya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perpindahan pandemi ke endemi ini dengan adanya kekebalan atau antibodi, baik dari vaksinasi maupun infeksi sebelumya. Dampaknya, tingkat penyakit yang ditimbulkan dari infeksi Corona tidak akan parah.

Pandu juga mengungkapkan adanya imunitas hibrid atau super immunity juga berperan dalam proses peralihan ke endemi ini. Sebab, kadar antibodinya secara rata-rata lebih tinggi.

"Imunitas hibrid itu kadar antibodinya secara rata-rata tinggi, sehingga tidak perlu di booster lagi tahun depan, kan masih tinggi," kata Pandu.

"Itu yang menjelaskan kenapa sampai sekarang Indonesia sudah berhasil menekan pandemi sampai tingkat serendah ini. Bukan karena keajaiban, tapi yang paling membantu adalah kekebalan penduduk. Ini yang harus kita upayakan," imbuhnya.

Maka dari itu, Pandu terus menekankan agar program vaksinasi segera dituntaskan. Dengan cara itu, masyarakat Indonesia akan memiliki kekebalan untuk melawan virus Corona.



Simak Video "Epidemiolog soal Status Endemi Covid-19: Bukan Berarti Bagus!"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)