ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Des 2021 16:20 WIB

Bahayanya Raja Singa, Penyakit Kelamin yang Menular

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Woman holding package of condom on her hands Ilustrasi bahaya raja singa atau sifilis, penyakit kelamin yang menular. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Raja singa atau istilah medisnya, sifilis, merupakan penyakit menular seksual akibat infeksi bakteri Treponema Pallidum pada alat kelamin, kulit, mulut, dan sistem saraf.

Bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, seperti mulut, vagina, ataupun kulit. Bahkan, penyakit ini bersifat kronis dan dapat hidup di dalam tubuh manusia selama bertahun-tahun.

Jika seseorang sudah terinfeksi penyakit ini, bakteri Treponema Pallidum yang masuk ke dalam tubuh akan tertidur untuk sementara waktu sebelum akhirnya aktif kembali.

Ada baiknya juga untuk mendeteksi lebih awal agar menghindari komplikasi yang disebabkan oleh penyakit raja singa, seperti rusaknya organ jantung, otak, atau organ lainnya yang bisa menyebabkan kematian.

Tahapan Penyakit Raja Singa/Sifilis

Penyakit raja singa sendiri dapat berkembang dalam empat tahap. Setiap tahap memiliki tanda atau gejala yang berbeda-beda. Mengutip dari berbagai sumber, berikut tahapan dan tanda penyakit raja singa:

1. Sifilis premier

Seseorang yang terinfeksi raja singa pada tahap primer umumnya mengalami luka di tempat infeksi awal. Tanda ini mungkin terjadi dari 10 hari sampai tiga bulan setelah seseorang terinfeksi bakteri Treponema Pallidum.

Gejalanya:

  • Luka kecil berbentuk bulat dan dinamakan chancre yang timbul di area kelamin, anus, atau mulut. Meskipun lukanya kecil, tetapi bisa menyebabkan borok
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di pangkal paha

2. Sifilis sekunder

Tanda atau gejala dari penyakit raja singa sekunder akan terlihat pada waktu dua sampai 10 minggu setelah luka muncul.

Gejalanya:

  • Munculnya ruam kulit berwarna merah atau cokelat kemerahan
  • Demam
  • Kelelahan
  • Rasa sakit pada luka
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit tenggorokan
  • Munculnya kutil di mulut atau alat kelamin

Meskipun begitu, tanda-tanda atau gejala ini akan hilang dalam beberapa minggu berikutnya dan akan muncul kembali saat bakteri Treponema Pallidum mulai bereaksi.

3. Sifilis laten

Pada tahap ini, penyakit raja singa akan bersembunyi selama bertahun-tahun. Kemungkinan tidak akan memunculkan gejala apapun atau diam-diam berkembang menjadi tahapan yang lebih parah, yaitu sifilis tersier.

4. Sifilis tersier

Jika sudah terinfeksi dan tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius.

Raja singa atau sifilis dapat merusak otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi.

Gejalanya:

  • Kelumpuhan
  • Kematian rasa
  • Kebutaan yang bertahap
  • Demensia atau pikun
  • Gerakan otot yang tidak terkendali

Orang yang Berisiko Terkena Raja Singa atau Sifilis:

  • Melakukan hubungan seksual dengan banyak orang dan tidak menggunakan kondom
  • Orang yang melakukan seks di bawah pengaruh obat atau alkohol
  • Berhubungan seksual sesama jenis
  • Orang yang terinfeksi HIV

Pengobatan Penyakit Raja Singa atau Sifilis:

  • Suntik antibiotik melalui bokong
  • Konsumsi tablet antibiotik

Dari pengobatan raja singa di atas ini, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang sesuai.



Simak Video "Apa Kaitannya HIV/AIDS dengan Varian Omicron?"
[Gambas:Video 20detik]
(Suci Risanti Rahmadania/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT