Kamis, 30 Des 2021 16:30 WIB

Langar Prokes COVID-19, Warga China Diarak di Tengah Jalan

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Otoritas China bersiap memeriksa ratusan ribu sampel darah dari bank darah yang ada di kota Wuhan sebagai bagian dari penyelidikan asal-usul virus Corona (COVID-19). Langgar prokes, pemerintah China arak empat pelaku (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Polisi anti huru hara di China memberikan hukuman bagi empat pelanggar aturan COVID-19 dengan cara mengarak pelanggar di jalanan guna memberi efek jera. Pemberian hukuman ini dilakukan pada Selasa (28/12/2021) kemarin.

Keempat pelanggar itu menggunakan masker, setelan hazmat, dan membawa plakat menampilkan foto dan nama mereka. Mereka diarak mengelilingi kota Jingxi, Guangxi.

Dikutip dari France24, Kamis (30/12/2021), keempat pelaku dikabarkan mengangkut migran ilegal sementara perbatasan China sebagian besar ditutup karena pandemi.

Mempermalukan orang di depan publik merupakan tindakan disipliner yang dilakukan pemerintah China sejak Agustus lalu, guna menghukum mereka yang melanggar protokol kesehatan COVID-19.

Guangxi News mengatakan, pawai tersebut memberikan peringatan nyata kepada publik dan mencegah kejahatan terkait perbatasan. Meski demikian, hukuman tersebut juga menuai reaksi keras dari banyak pihak.

Hukuman tersebut dasarnya merupakan cara pemerintah setempat menekan kasus impor virus Corona di China.



Simak Video "Kabar Baik! Selama Ramadan, Tren Covid-19 di Indonesia Terus Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)