ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Des 2021 15:01 WIB

Mohon Maaf Bukan Menakuti, Warga Dunia Harus Tahu Kabar Soal Omicron dari WHO

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menggantikan Margaret Chan. Dirjen WHO Tedros Adhahom. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia menyoroti negara-negara yang kewalahan karena adanya kenaikan kasus baik karena varian Omicron maupun Delta.

"Varian Delta dan Omicron yang menjadi perhatian adalah 'ancaman ganda' yang mendorong jumlah kasus baru ke rekor tertinggi, menyebabkan lonjakan rawat inap dan kematian," ujar Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari Strait Times, Kamis (30/12/2021).

Tedros juga mewanti-wanti kemungkinan terjadinya tsunami COVID-19 yang disebabkan varian Omicron dan Delta karena keduanya memiliki transmisi yang lebih tinggi daripada varian Corona lainnya.

"Ini akan terus memberikan tekanan besar pada petugas kesehatan yang kelelahan, dan sistem kesehatan di ambang kehancuran," bebernya.

Dia mengatakan tekanan pada sistem kesehatan tidak hanya karena pasien virus corona baru, tetapi juga sejumlah besar tenaga kesehatan jatuh sakit karena COVID-19.

WHO merefleksikan perang melawan COVID-19 pada tahun 2021 dan berharap tahun depan akan berakhirnya tahap akut pandemi, tetapi memperingatkan bahwa itu akan bertumpu pada kesetaraan vaksin yang lebih besar.

WHO menginginkan 40 persen populasi di setiap negara divaksinasi penuh pada akhir tahun dan memiliki target 70 persen cakupan pada pertengahan 2022.



Simak Video "Kemenkes RI Tegaskan Varian Deltacron Belum Terdeteksi di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT