ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Des 2021 12:37 WIB

RS Sulianti Saroso Beberkan Gejala Pasien Omicron, Beda dengan Varian Lain?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Strips of newspaper with the words Omicron and Covid-19 typed on them. Omicron variant of COVID-19. Black and white. Close up. Ilustrasi penjelasan dokter RSPI Sulianti Saroso soal perbandingan gejala pasien COVID-19 varian Omicron dengan varian Corona lainnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Professor25
Jakarta -

Varian Omicron diyakini menyebar lebih cepat dibanding varian Corona lainnya, termasuk varian Delta yang menjadi pemicu lonjakan kasus COVID-19 di RI Juli lalu. Di samping itu, dokter meyakini gejala akibat infeksi varian Omicron lebih ringan dibanding varian Corona lainnya, bahkan hingga kini tak ditemukan tanda-tanda pneumonia.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua POKJA PINERE (Penyakit Infeksi, New Emerging, dan Reemerging) RSPI Sulianti Saroso, dr Pompini Agustina Sitompul, SpP(K). Diketahui, rumah sakit tersebut merawat sejumlah pasien COVID-19 varian Omicron. Salah satunya, pasien transmisi lokal varian Omicron pertama di Indonesia yang terdeteksi Selasa (28/12/2021).

"Untuk kasus-kasus Omicron yang sudah dirawat di RS Sulianti itu tetap sama, yaitu gejalanya ringan hanya memang tidak ada perbedaan dengan yang sebelumnya," terang dr Pompini dalam diskusi daring, Kamis (30/12/2021).

"Jadi ada anosmia tetap ada, hidung tersumbat atau pilek tetap ada, batuk ada, tetapi yang kita tidak temukan saat ini gambaran pneumonia dan mudah-mudahan tidak sampai pneumonia," sambungnya.

Ia menambahkan, pihaknya menemukan hiperkoagulopati pada beberapa pasien COVID-19 varian Omicron yang memiliki riwayat komorbid. Namun ia menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah kondisi tersebut disebabkan infeksi varian Omicron atau komorbiditas.

"Hanya saya sampaikan, ada beberapa pasien dengan komorbid yang menjadi perhatian kita adalah pasien tersebut tanpa gejala, tapi kebetulan ditemukan hiperkoagulasi," beber dr Pompini.

"Apakah karena komorbidnya? Ini yang nanti kita pelajari. Jadi (gejala varian Omicron) tidak ada perbedaan," pungkasnya.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT