Rabu, 05 Jan 2022 05:53 WIB

Round Up

Omicron RI Meroket Jadi 254 Kasus, Ini Gejala Paling Banyak Dialami Pasien

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Varian omicron di Indonesia (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mencatat tambahan 92 kasus konfirmasi baru varian Omicron, Selasa (4/1/2022). Total kasus menjadi 254, didominasi gejala ringan hingga tanpa gejala.

"Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk (49 persen) dan pilek (27 persen)," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam siaran persnya.

Meski gejalanya relatif ringan, varian Omicron mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang menular lebih cepat dibanding varian Delta. Sejak pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada 24 November 2021, varian ini telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan terus meluas.

Dari total 254 kasus saat ini, mayoritas kasus Omicron di Indonesia ditemukan pada pelaku perjalanan luar negeri. Perbandingannya, 239 kasus merupakan imported case dan 15 sisanya merupakan transmisi lokal.

Soal adanya transmisi komunitas, satgas penanganan COVID-19 mengakui bahwa hal itu sudah terjadi. Tercatat case fatality varian Omicron memang rendah, namun tetap diupayakan agar kasusnya tetap terkontrol.

"Sudah ditemukan kasus positif varian Omicron akibat transmisi komunitas," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Selasa (4/1/2022).

Transmisi komunitas atau community transmission merupakan kondisi ketika level penularan COVID-19 sudah terjadi pada satu lingkungan. Pada level ini, umumnya sumber penularan sudah lebih sulit terlacak.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)