Rabu, 05 Jan 2022 05:29 WIB

Sudah 254 Kasus Omicron di Indonesia, PTM 100 Persen Lanjut atau Batal?

Ayunda Septiani - detikHealth
Sekolah di Jakarta menggelar tatap muka terbatas hari ini. Kapasitas ruang kelas bisa terisi 100 persen dengan durasi belajar 6 jam. Pembelajaran tatap muka (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kasus varian Omicron di Indonesia terus mengalami peningkatan. Tercatat ada 92 kasus baru pada Selasa (4/1/2022), sehingga total menjadi 254 kasus yang mayoritas merupakan pelaku perjalanan Internasional.

"Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk (49 persen) dan pilek (27 persen)," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi dalam siaran persnya.

Sementara itu, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito membeberkan pertimbangan terkait dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas 2022 dengan kapasitas 100 persen.

"Saat ini kasus Omicron di Indonesia mayoritas berasal dari pelaku perjalanan, sedangkan beberapa kasus yang ditemukan di komunitas telah ditangani dengan perawatan yang dibutuhkan," katanya dalam konferensi pers, Selasa (4/1/2022).

"Selain atas pertimbangan tersebut, dan berbagai pertimbangan kondisi kasus nasional yang tergolong cukup terkendali maupun kesiapan unsur pendidikan dan simulasi yang telah dilakukan, maka keputusan PTM dengan kapasitas penuh tetap dijalankan," tambahnya.

Selain itu, Wiku menambahkan, demi menjaga kedisiplinan selama proses belajar mengajar, unsur pendidikan baik guru maupun orang tua murid didorong menjadi unsur Satgas protokol kesehatan 3 M di masing-masing daerah dan terus berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 di tingkat kab/kota.

Sebagai informasi, pelaksanaan PTM terbatas 2022 dengan kapasitas 100 persen berlaku di Provinsi DKI Jakarta mulai Senin (03/01/2021).

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana melalui keterangan tertulisnya, Minggu (02/01/2021) mengatakan sekolah tatap muka secara terbatas ini dilakukan setiap hari dengan durasi belajar maksimal enam jam per hari.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)