Selasa, 04 Jan 2022 22:23 WIB

Infeksi Omicron Diduga 'Netralkan' Varian Delta, Pertanda Baik?

Vidya Pinandhita - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Varian Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Baru-baru ini, ilmuwan asal Afrika Selatan menyebut infeksi varian Omicron meningkatkan kekebalan terhadap varian Delta. Mengingat varian Delta diyakini sebagai biang kerok lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah negara, apa pengaruhnya?

Ilmuwan melakukan pengujian kepada 15 orang, beberapa di antaranya sudah divaksinasi COVID-19 dan beberapa lainnya belum. Ditemukan, orang yang pernah terinfeksi Omicron mengalami peningkatan kekebalan terhadap varian Delta.

Para ilmuwan kemudian mengambil sampel untuk memastikan kemampuan tubuh orang-orang tersebut menetralkan varian Omicron dan Delta dalam waktu 14 hari. Dari 15 orang, dua di antaranya tidak mengalami peningkatan kemampuan.

Namun pada 13 orang lainnya, terdapat peningkatan kemampuan menetralkan Omicron hingga 14 kali lipat. Ada juga peningkatan 4,4 kali lipat dalam kemampuan menetralkan varian Delta.

Studi tersebut juga menyorot 11 dari 13 orang tersebut sudah divaksinasi. Beberapa di antaranya juga sudah pernah terkena COVID-19 dengan infeksi varian Corona yang tidak bisa dipastikan. Dengan begitu, peneliti belum memastikan bahwa tubuh yang pernah terinfeksi Omicron secara definitif bisa menetralkan varian Delta.

"Peserta dalam penelitian ini kemungkinan telah terinfeksi sebelumnya, dan lebih dari setengahnya telah divaksinasi," tertulis dalam penelitian tersebut, dikutip dari Euro News, Selasa (4/1/2022).

"Oleh karena itu, tidak jelas apakah yang kami amati adalah netralisasi silang yang efektif dari virus Delta oleh antibodi yang ditimbulkan Omicron, atau aktivasi kekebalan antibodi dari infeksi dan/atau vaksinasi sebelumnya," sambungnya.

Namun Alex Sigal, profesor di Institut Penelitian Kesehatan Afrika di Afrika Selatan menjelaskan jika benar infeksi varian Omicron bisa menetralkan Delta, maka dominasi varian Delta yang diyakini menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah negara bisa teratasi.

"Peningkatan imunitas yang menetralkan varian Omicron adalah yang diharapkan, menjadi virus yang menginfeksi orang-orang," ujarnya lewat laman Twitter, kembali mengutip Euro News.

"Namun kami juga melihat bahwa orang yang sama, terutama mereka yang divaksinasi mengalami peningkatan kekebalan terhadap varian Delta,' pungkasnya.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)