Siswa SD Meninggal Usai Vaksin Pfizer, ITAGI Ragu Terkait Obat Khitan

ADVERTISEMENT

Siswa SD Meninggal Usai Vaksin Pfizer, ITAGI Ragu Terkait Obat Khitan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 30 Des 2021 16:33 WIB
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK).
Anak 12 tahun meninggal dunia usai vaksin COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Anak 12 tahun meninggal dunia kurang dari 24 jam usai divaksinasi Pfizer. Bocah asal Jombang, Jawa Timur sebelumnya tak bisa mengikuti jadwal vaksin COVID-19 yang ditetapkan karena harus dikhitan.

Delapan hari setelah dikhitan, ia akhirnya divaksinasi dengan lebih dulu menjalani screening terkait riwayat penyakit hingga obat yang dikonsumsi. Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang drg Budi Nugroho, yang bersangkutan sudah tidak meminum obat khitan sehari sebelum vaksinasi.

"Kayaknya waktu itu sudah habis obatnya, sehari sebelum vaksinasi sudah habis," ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Profesor Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro,SpA(K), enggan berkomentar banyak terkait meninggalnya siswa SD bernama Muhammad Bayu Setiawan. Ia menyerahkan kasus tersebut pada Komnas atau Komda KIPI.

Meski begitu, menurut literatur dan studi sejauh ini, aktivitas khitan maupun obat khitan yang dikonsumsi sebelum vaksinasi seharusnya tidak menjadi masalah apalagi memicu kematian.

"Untuk masalah KIPI mohon ditanyakan Komda KIPI setempat," jelas dia saat dihubungi detikcom Kamis (30/12/2021).

"Tetapi (untuk obat khitan) sepengetahuan saya tidak ada hubungannya," beber Prof Sri.



Simak Video "Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT