10 Nama Vaksin COVID-19 di Indonesia Ini Sudah Dapat EUA BPOM

ADVERTISEMENT

10 Nama Vaksin COVID-19 di Indonesia Ini Sudah Dapat EUA BPOM

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 30 Des 2021 14:48 WIB
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK).
Nama vaksin COVID-19 di Indonesia (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ada 10 nama vaksin COVID-19 di Indonesia yang telah mendapatkan surat izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal tersebut tentunya menjadi salah satu informasi penting bagi masyarakat yang segera atau akan mendapatkan vaksin COVID-19.

Sebagai informasi, pengadaan vaksin di Indonesia tentu melalui proses yang cukup panjang, seperti perjanjian bilateral, multilateral, atau donasi dari negara-negara tetangga.

Setiap vaksin juga dipastikan aman dan efektif untuk digunakan di Indonesia setelah mendapatkan izin EUA dari BPOM.

Nama Vaksin Covid-19

Dikutip dari berbagai sumber, berikut nama vaksin COVID-19 di Indonesia yang telah mendapatkan izin penggunaan atau EUA dari BPOM:

1. Sinovac/CoronaVac

Vaksin Sinovac atau CoronaVac merupakan jenis vaksin pertama yang dipakai di Indonesia. Vaksin ini diciptakan dari China dengan metode inactivated virus atau virus yang dimatikan, bekerja dengan cara menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa risiko penyakit.

Kandungan ajuvan (aluminium hidroksida) dalam vaksin Sinovac atau CoronaVac dapat memperkuat respon sistem kekebalan tubuh.

Berdasarkan hasil uji klinis fase 3 di Bandung, Jawa Barat, efikasi vaksin Sinovac mencapai 65,3 persen. Akan tetapi, setelah 6 bulan, persentasenya turun menjadi 50 persen.

Efek samping vaksin Sinovac/CoronaVac:

  • Rasa kantuk
  • Mudah lapar
  • Merasa pegal di bagian tangan yang disuntik

Keampuhan vaksin Sinovac/CoronaVac lawan varian virus Corona:

  • Varian delta: 50,9 persen
  • Varian Gamma: 75 persen

2. AstraZeneca

Nama vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan EUA BPOM berikutnya adalah AstraZeneca. Vaksin ini menggunakan metode rekayasa genetika yang dapat mengekspresikan gen protein paku SARS-CoV-2 dan menginstruksikan sel inang untuk produksi protein S-antigen, sehingga menghasilkan respons imun.

Vaksin dari Inggris ini memiliki efikasi mencapai 63,09 persen dan naik hingga 74 persen setelah pemberian dosis kedua.

Efek samping vaksin AstraZeneca:

  • Nyeri atau gatal di tangan bekas suntikan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri otot dan sendi

Keampuhan vaksin AstraZeneca lawan varian virus Corona:

  • Varian Alpha : 86 persen
  • Varian Beta: 10,4 persen
  • Varian Delta : 92 persen mencegah pasien rawat inap

3. Moderna

Moderna merupakan salah satu nama vaksin Covid-19 yang telah digunakan di Indonesia. Vaksin ini diciptakan dengan platform mRNA (messenger RNA/ MRNA) di Amerika Serikat. Instruksi yang diberikan oleh mRNA pada sel inang bertujuan untuk memproduksi protein S-antigen unik SARS-CoV-2 yang menghasilkan respon kekebalan tubuh.

Tingkat efikasinya diklaim mencapai 94,1 persen untuk usia 18-65 tahun. Sedangkan untuk usia 65 tahun tingkat efikasinya hanya 86,4 persen.

Efek samping vaksin Moderna:

  • Nyeri di tangan yang habis disuntik
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi

Keampuhan vaksin Moderna lawan varian virus Corona:

  • Varian Alpha: 98,4 persen
  • Varian Delta: 86,7 persen
  • Varian MU: 95,5 persen

4. Sinopharm

Vaksin ini disebut serupa dengan Sinovac lantaran dibuat di China, menggunakan metode inaktivasi terhadap COVID-19 untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa menyebabkan risiko penyakit yang berbahaya. Efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78,02 persen dan dapat digunakan untuk usia 18 tahun ke atas.

Efek samping vaksin Sinopharm:

  • Rasa sakit dan kemerahan pada tangan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Batuk

Keampuhan vaksin Sinopharm lawan varian virus Corona:

  • Varian Delta: 70 persen (jika dikombinasikan dengan vaksin Sinovac)

5. Pfizer

Nama vaksin Covid-19 berikutnya adalah Pfizer, bukan Freezer atau Frizer. Vaksin ini merupakan vaksin terakhir yang tiba di Indonesia. Serupa dengan Moderna, vaksin Pfizer juga diproduksi di Amerika Serikat yang diciptakan dengan platform mRNA/RNA duta untuk COVID-19.

Tingkat efikasinya disebut paling tinggi di antara vaksin lain, yaitu sebesar 95,5 persen pada usia di atas 16 tahun. Sedangkan untuk usia 12-15 tahun diklaim sebesar 100 persen.

Efek samping vaksin Pfizer:

  • Rasa lelah
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada tangan yang disuntik
  • Nyeri sendi dan otot
  • Mual dan muntah
  • Demam

Keampuhan vaksin Pfizer lawan varian virus Corona:

  • Varian Alpha: 92 persen
  • Varian Delta: 79 persen

6. Johnson & Johnson

Vaksin Johnson & Johnson dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies. Vaksin ini menggunakan metode vektor virus (Ad26) yang diklaim memiliki efektivitas sebesar 67,2 persen. Bahkan, vaksin ini aman digunakan untuk masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas.

Efek samping vaksin Johnson & Johnson:

  • Nyeri area suntikan
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Ngantuk
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Demam

Keampuhan vaksin Johnson & Johnson lawan varian virus Corona:

  • Varian Beta: 64 persen
  • Varian Delta: 67 persen

7. Vaksin CanSino (Convidecia)

Nama vaksin Covid-19 berikutnya adalah CanSino atau disebut Convidecia. Vaksin ini dikembangkan oleh CanSino Biological Inc. dan Beijing Institute of Biotechnology.

Metode yang digunakan pada vaksin ini adalah vektor virus (Ad5), memberikan efikasi secara umum sebesar 65,3 persen dan kasus COVID-19 berat sebesar 90,1 persen.

Vaksin Convidecia atau CanSino telah mendapatkan izin dari BPOM untuk bertanggung jawab atas penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin. Selain itu, vaksin ini aman digunakan untuk usia 18 tahun ke atas.

Efek samping vaksin CanSino (Convidecia):

  • Nyeri area suntikan
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Mengantuk
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Demam

8. Novavax

Vaksin Novavax merupakan salah satu nama vaksin Covid-19 yang menggunakan metode adenovirus atau memanfaatkan virus penyebab flu dari simpanse yang telah dimodifikasi. Vaksin ini dikembangkan oleh AstraZeneca dan Oxford yang memiliki efikasi sebesar 96 persen.

Efek samping vaksin Novavax:

  • Nyeri di tempat suntikan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Keampuhan vaksin Novavax lawan varian virus Corona:

  • Varian Beta: 50 persen
  • Varian Alpha: 86 persen

9. Sputnik-V

Nama vaksin Covid-19 yang mendapat izin EUA BPOM berikutnya adalah Sputnik-V, dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia.

Vaksin ini dibuat dengan metode vektor virus yang memiliki tingkat efikasi sebesar 91,6 persen dan aman digunakan untuk masyarakat berusia 18 tahun.

Efek samping vaksin Sputnik-V:

  • Nyeri pada area suntikan
  • Gejala menyerupai flu
  • Demam dan menggigil
  • Nyeri sendi dan otot
  • Badan lemas
  • Sakit kepala
  • Hipertermia

Keampuhan vaksin Sputnik-V lawan varian virus Corona:

  • Varian Delta: 83 persen

10. Zifivax

Nama Vaksin COVID-19 di Indonesia yang satu ini diproduksi oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China yang juga mendapatkan izin EUA dari BPOM. Dikutip dari laman berbagai sumber, vaksin Zifivax menggunakan platform rekombinan protein sub-unit dan aman digunakan pada masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas. Efikasi vaksin ini mencapai sebesar 81,7 persen.

Efek samping Zifivax Anhui:

  • Nyeri pada tempat suntikan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Demam

Keampuhan vaksin Zifivax Anhui lawan varian virus Corona:

  • Varian Alpha: 92,93 persen
  • Varian Gamma: 100 persen
  • Varian delta: 74,7 persen





Simak Video "Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT