Jumat, 29 Okt 2021 18:48 WIB

Daftar 10 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia, Mana yang Terbaik?

Astika - detikHealth
Ratusan tahanan atau warga binaan di Polres Metro Bekasi Kota menjalani vaksinasi guna mempercepat target herd immnity atau kekebalan komunal. Urutan vaksin COVID terbaik Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Makin beragam, sudah ada 10 jenis vaksin COVID-19 yang masuk Indonesia. Beberapa di antaranya terbaik melawan varian baru Corona seperti varian Alpha hingga varian Delta.

Jika dilihat dari efikasi vaksin COVID-19, efek samping, dan efektivitas melawan varian baru Corona, adakah urutan vaksin COVID-19 terbaik? Berikut sejumlah perbandingannya.

1. Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac besutan China menjadi jenis vaksin COVID-19 pertama yang dipakai di Indonesia. Berdasarkan hasil uji klinis di Bandung, efikasinya mencapai 63,5 persen.

Namun, belakangan antibodi pasca vaksinasi yang dihasilkan menurun setelah 6 bulan, begitu pula dengan efikasinya. Vaksin Sinovac sudah mendapatkan izin BPOM untuk usia 12 tahun ke atas, efek samping vaksin Sinovac juga tergolong ringan. Berikut daftarnya.

Efek samping vaksin Sinovac

Efek Lokal:

  • Nyeri di area suntikan
  • Iritasi
  • Pembengkakan

Efek Sistemik:

  • Nyeri otot
  • Kelelahan (fatigue)
  • Demam

Keampuhan lawan varian baru Corona

  • Melawan varian Delta: 50,9 persen
  • Melawan varian Gamma: 75 persen

Efikasi vaksin Sinovac

  • Hasil uji klinis awal di Bandung: 65,3 persen
  • Setelah 6 bulan: sekitar 50 persen

2. Vaksin Sinopharm

Vaksin Sinopharm dibuat dengan metode virus yang dimatikan (inactivated vaccine), serupa dengan vaksin Sinovac. Efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78,02 persen dan dapat digunakan untuk usia 18 tahun ke atas.

Keampuhan lawan varian Delta Cs

  • Varian Delta: 70 persen (dikombinasikan dengan Vaksin Sinovac)

Efek samping vaksin Sinopharm

Efek Lokal:

  • Bengkak
  • Rasa sakit
  • Kemerahan

Efek Sistemik:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Batuk

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5


Simak Video "Tawaran Vaksin Covid-19 dari Korsel Masih Dicuekin Korut"
[Gambas:Video 20detik]