Kamis, 30 Des 2021 17:06 WIB

Gaga Muhammad Ngaku Ngantuk Saat Nyetir, Begini Dampaknya Menurut Dokter

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selebgram Gaga Muhammad tampak hadir secara langsung dalam sidang lanjutannya sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (23/12/2021). Gaga Muhammad mengaku bersalah atas kecelakaan yang melibatkan selebgram Laura Anna. Foto: Bayu/detikcom
Jakarta -

Gaga Muhammad meminta maaf dan mengaku merasa bersalah atas kecelakaan yang melibatkan selebgram Laura Anna. Dalam sidang yang berlangsung Kamis (30/12/2021), Gaga mengaku lalai lantaran mengemudi dalam keadaan lelah dan mengantuk.

"Terdakwa Gaga Muhammad sudah diperiksa, memang betul dia salah, dia lalai karena pada saat dia capek, dia tetap memaksa membawa mobil tersebut sehingga dia dalam keadaan terhenyap sejenak atau bahasanya itu ngantuk sejenak. Sehingga begitu dia buka mata di depan ada mobil kaget tidak injak rem malah injak gas di situ lah terpelanting mobilnya jadi seperti itu kejadian," ujar pengacara Gaga, Fahmi Bachmid, dikutip dari detikHot, Kamis (30/12/2021).

Dalam wawancara dengan detikcom, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja atau yang biasa disapa dr Ade menjelaskan bahwa mengemudi sambil mengantuk memang amat berbahaya. Bahkan menurutnya, lebih berbahaya daripada menyetir dalam keadaan mabuk.

"Jadi pada operasi ketupat penyebab kecelakan nomor 1 kelalaian pengemudi. Kelalaian Apa sih yang bikin lalai? Mengantuk kan," jelas dr Ade, mengutip data yang dihimpun dari tahun 2011.

"Justru berkendara dalam kondisi mengantuk itu lebih berbahaya dibanding mabuk. Ini yang orang masih sepelekan karena kalau mabuk, mabuk nggak mungkin nyetir sudah terasa. Tapi kalau mengantuk, dia bersembunyi. Bisa nggak muncul secara tiba-tiba," sambung dr Ade yang saat itu berkomentar dalam konteks kecelakaan Vanessa Angel.

Menurutnya, kondisi mengantuk terkadang disepelekan oleh pengemudi. Meski sudah sadar diri tengah mengantuk, berkemudi tetap dilanjutkan sembari menunda-nunda istirahat.

Padahal, satu-satunya cara untuk mengatasi kantuk adalah dengan menyempatkan istirahat dan tidur sejenak. Ia menegaskan, meski rokok dan kopi bisa bikin melek, konsentrasi tak akan bisa kembali tanpa istirahat.

"Jadi (orang berpikir) 'ah nanggung, masih 1 kilo lagi rest area' atau 'sedikit lagi ada Starbucks'. Tahu-tahu ada sesuatu, kecelakaan. Jadi justru itu nomor satu berkendara dalam kondisi mengantuk itu nomor satu, justru bahaya banget," pungkas dr Ade.

"Apa yang harus dilakukan? Berhenti, minggir dulu, tidur dulu. Nggak bisa ditawar, tidur saja dulu. Segala kafein, rokok, itu nggak bikin, ya mungkin bikin melek tapi kewaspadaan dan konsentrasi itu nggak balik. Jadi nomor satu tidur," sambungnya.



Simak Video "dr. Tirta Sebut Perjuangan Laura Anna Hadapi Spinal Cord Injury Berat"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)