Jumat, 31 Des 2021 13:40 WIB

AS Catat 565 Ribu Kasus Baru COVID-19! Rawat Inap Anak Meningkat

Ayunda Septiani - detikHealth
Amerika Serikat menjadi negara terbanyak dalam kasus virus corona, hal tersebut membuat tenaga medisnya juga sangat terimbas dalam hal pelayanan, seperti ini potretnya. Kasus Corona di Amerika Serikat meningkat. (Foto: AP Photo/John Minchillo)
Jakarta -

COVID-19 menggila di Amerika Serikat, data Worldometers per Kamis (30/12/2021) menunjukkan ada penambahan 565.987 kasus COVID-19 di AS. Total pasien COVID-19 di AS sejak wabah merebak mencapai lebih dari 55 juta.

Dalam beberapa pekan, varian Omicron memicu penambahan ribuan kasus COVID-19 rawat inap anak. Hal ini menjadi kekhawatiran baru di tengah banyaknya anak usia di bawah 18 tahun yang belum divaksinasi, sehingga potensi lonjakan baru menjadi besar.

Dikutip dari Channel News Asia, jumlah rata-rata tujuh hari rawat inap harian anak rentang 21 hingga 27 Desember naik lebih dari 58 persen secara nasional. Dibandingkan dengan sekitar 19 persen pada kelompok semua usia, menurut data Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC).

"Kurang dari 25 persen dari 74 juta orang Amerika di bawah 18 tahun divaksinasi," menurut CDC.

Lonjakan diperkirakan akan lebih cepat

Kasus Omicron diperkirakan akan melonjak lebih cepat saat sekolah dibuka kembali pekan depan usai liburan musim dingin. Para ahli memperingatkan masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah varian Omicron bisa memicu infeksi lebih parah dibandingkan varian lainnya, tetapi penularan yang sangat tinggi mendorong peningkatan kasus rawat inap.

"Ini akan menginfeksi lebih banyak orang dan menginfeksi lebih banyak orang. Kami telah melihat angka meningkat, kami telah melihat rawat inap pada anak-anak meningkat," kata Dr Jennifer Nayak, ahli penyakit menular dan dokter anak di University of Rochester, pusat layanan kesehatan.

Lima negara teratas penyumbang kasus COVID-19 per Kamis (30/12/2021) menurut data Worldometers.

Amerika Serikat: 565.987 kasus
Prancis: 206.243 kasus
Inggris: 189.213 kasus
Spanyol: 161.688 kasus
Italia: 126.888 kasus



Simak Video "Epidemiolog: Jangan Remehkan Omicron, Kematiannya Lebih Tinggi dari Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/fds)